Bom Bunuh Diri di Bandung, Stop Sebar-sebar Videonya di Sosmed!

ADVERTISEMENT

Bom Bunuh Diri di Bandung, Stop Sebar-sebar Videonya di Sosmed!

Alethea Pricilla - detikHealth
Rabu, 07 Des 2022 11:00 WIB
Ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar kota Bandung
Ledakan bom bunuh diri di Bandung. (Foto: Sudirman Wamad/detikJabar)
Jakarta -

Terjadi ledakan bom di Markas Polsek Astana Anyar, Bandung. Polri telah membenarkan adanya peristiwa ini dan menyebut ledakan ini merupakan bom bunuh diri. Ledakan terjadi sekitar pukul 08.20 WIB di saat sedang berlangsung apel pagi.

"Iya, dugaan bom bunuh diri," ucap Brigjen Ahmad Ramadhan selaku Karo Penmas Divhumas Polri dilansir dari detiknews, Rabu (7/12/2022).

Kejadian itu kini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa warganet mengunggah kondisi tempat kejadian. Meski begitu, warganet diminta untuk tidak menyebarkan foto, video atau konten lainnya yang berisi hal yang tidak pantas terkait kasus bom bunuh diri ini. Lantas mengapa hal ini tidak boleh dilakukan?

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum dari Pro Help beberapa waktu lalu menjelaskan hal ini dapat menyebabkan kecemasan bagi orang lain yang melihatnya.

"Jadi, sebaiknya tidak menyebarkan foto yang ada gambar korban-korban kecelakaan tersebut. Sebab, foto dengan gambar yang mengenaskan seperti darah menggenang juga bisa saja memberikan trigger kecemasan pada orang yang melihatnya," ucapnya beberapa waktu lalu.

Senada dengan itu, Psikolog klinis dan founder pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi mengingatkan pentingnya berempati sebelum mempertontonkan konten bersifat sadis. Hal ini akan berimbas pada rasa tidak nyaman.

"Ketakutan dan kecemasan juga muncul sehingga cara menyikapinya mulai dari sekarang biasakan punya WhatsApp atau apa pun itu, media sosial atau alat komunikasi lebih baik punya settingan untuk filter. Tidak semua foto atau video yang masuk langsung terbuka. Perlu di-download dulu misalkan baru bisa dibuka," pesannya.

"Karena kita nggak bisa mengontrol semua orang atau marah-marahin orang di grup. Mereka punya pilihan masing-masing. Jadi lebih baik kita sendiri yang menjaga yang masuk ke kepala kita atau penglihatan kita dengan cara seperti itu," sambung Sari.



Simak Video "Cerita Saksi Mata Dengar Ledakan Bom, Seperti Ban Truk Pecah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT