Komnas HAM Singgung Mafia Obat di Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

ADVERTISEMENT

Komnas HAM Singgung Mafia Obat di Kasus Gagal Ginjal Akut Anak

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 17:19 WIB
Closeup woman pouring medication or antipyretic syrup from bottle to cup. Healthcare, people and medicine concept -
Komnas HAM menyinggung soal mafia obat di kasus gagal ginjal anak. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/spukkato)
Jakarta -

Buntut 200 kasus kematian gagal ginjal akut di Indonesia, Komnas HAM bakal membahas kemungkinan penetapan kejadian luar biasa (KLB) pada rapat paripurna. Jumlah kematian relatif tinggi, menandakan kemungkinan KLB perlu dibahas meski pemerintah mengklaim nihil kasus baru.

Sejumlah lembaga yang perlu bertanggung jawab menurut Komnas HAM adalah mereka yang berkaitan langsung dengan pengawasan izin edar sampai dengan pemulihan. Bukan hanya mengungkap 'biang kerok' di balik lolosnya cemaran etilen glikol dan di etilen glikol, tetapi Komnas HAM mengharapkan adanya perbaikan sistem ke depan.

"Tidak hanya kemudian memastikan hukum berjalan pada perusahaan yang melanggar, tapi kemudian memastikan pemulihan korban pasien gagal ginjal," kata Komisioner Elvina Putu, saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat Jumat (9/12/2022).

"Sistemnya juga harus diperbaiki, intervensi mekanisme pengawasan izin edar dan sebagainya, juga memberantas mafia obat harus dilakukan, sehingga warga Indonesia mendapat jaminan hukum," sambung dia.

Komisioner Hari Kurniawan menyebut pihaknya bakal melakukan pembentukan tim adhoc untuk menyelidiki lebih lanjut perkara gagal ginjal akut secara independen. Sejauh ini, sebenarnya Komnas HAM sudah menerima tiga aduan soal keracunan obat yang dikaitkan gagal ginjal akut.

"Kami dari Komnas HAM sudah menerima aduan. Jadi kami sudah menerima 3 pengaduan dari masyarakat sipil dan kami sudah bertindak memanggil perusahaan farmasi tersebut namun mereka mangkir," sambung dia.

"Dan kami akan memanggil BPOM di 23 Desember untuk kita mencari keterangan. Secara sistem ini sudah salah kaprah, bagaimana kemudian obat yang sudah puluhan tahun ini sudah lolos dan kemudian memakan korban jiwa. Kita melihat bahwa BPOM tidak punya protokol keselamatan terhadap obat yang beredar tadi makanya ini harus kita ungkap ke akar-akarnya termasuk ke mafia obat-obatan," pungkas dia.



Simak Video "Sidang Perdana Gugatan Korban Kasus Gagal Ginjal Akut Digelar 13 Desember"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT