Awas! Jaga Kebersihan, Panggilan Rescue Ular Meningkat di Musim Hujan

ADVERTISEMENT

Awas! Jaga Kebersihan, Panggilan Rescue Ular Meningkat di Musim Hujan

Hana Nushratu - detikHealth
Rabu, 04 Jan 2023 15:40 WIB
Ilustrasi ular masuk ke rumah (Andhika-detikcom)
Foto: Ilustrasi ular masuk ke rumah (Andhika-detikcom)
Jakarta -

Ketika musim hujan, tempat persembunyian hewan-hewan cenderung basah. Hewan-hewan termasuk ular, mencari tempat yang kering untuk bersembunyi, termasuk ke rumah-rumah.

Rumah dan pekarangan warga seringkali menjadi tempat persembunyian ular ketika musim hujan. Sehingga, komunitas penyelamatan ular kebanjiran panggilan pada musim ini.

"Jadi, sejak awal musim hujan itu memang kita sudah biasanya banyak permintaan karena ular masuk ke rumah dan lingkungan ya, pekarangan," ujar Ketua Umum Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat dihubungi tim detikcom, Rabu (4/1/2022).

Aji menyebut, dalam sehari permintaan rescue bisa mencapai 20-30 ekor ular ketika musim hujan. Biasanya di musim kemarau, komunitas Sioux hanya menerima 15-20 ular per harinya.

"Paling 10, 15, di bawah 20 lah," kata Aji.

Dalam menanggapi panggilan, komunitas Sioux tidak selalu mengirimkan tim. Aji menuturkan, tim akan dikirim jika rumah pelapor terdapat ular yang perlu di-rescue.

Selain rescue ular, komunitas Sioux juga memberikan pelayanan lain seperti identifikasi jenis ular atau mengedukasi pertolongan pertama melalui telepon. Layanan ini ramai sepanjang waktu, baik musim hujan maupun kemarau.

"Kita responsnya nggak cuma ketika ular masuk ke rumah. Kadang ada gigitan, kasus gigitan ular, orang searching di Google, (kemudian) dapat nomor ini (call center) baru kita (Sioux) respons," tutur Aji.

"Atau ada orang yang nemu ular (kemudian) difoto minta tanya identifikasi, 'Mas ini ular apa?'. Nah itu setiap hari pasti ada, mau hujan mau kering," lanjutnya.

Terkait kemunculan ular di lingkungan tempat tinggal, Aji menyarankan untuk menjaga kebersihan agar hewan-hewan seperti tikus yang merupakan mangsa ular tidak berkeliaran. Selain itu, ia juga menyebut risiko gigitan ular lebih tinggi jika tidur di lantai.

"Riset di India membuktikan kematian akibat gigitan ular pada orang saat tidur di lantai dapat dikurangi 50 persen saat penderita tidur di tempat tidur tinggi dan diberikan kelambu. Selain kelambu menolong dari serangga dan nyamuk, ternyata riset WHO membuktikan bisa menolong agar ular tidak masuk dan menggigit saat tidur," jelasnya.

NEXT: Pakar toksikologi ular menegaskan risiko gigitan ular tak cuma di musim hujan



Simak Video "Simak! Pertolongan Pertama jika Digigit Ular Berbisa"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT