Adakah Efek Samping Mengeluarkan Sperma Setiap Hari?

ADVERTISEMENT

Adakah Efek Samping Mengeluarkan Sperma Setiap Hari?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 11 Jan 2023 17:36 WIB
ilustrasi sperma
Efek samping mengeluarkan sperma setiap hari (Foto: iStock)
Jakarta -

Frekuensi ejakulasi atau mengeluarkan sperma bagi setiap pria akan berbeda-beda. Ada yang rutin atau menjadwalkannya secara berkala. Namun ada juga yang spontan tergantung dari kondisi tubuh. Terkait hal itu, tak sedikit pria yang mempertanyakan adakah efek samping mengeluarkan sperma setiap hari?

Pasalnya, beberapa waktu sempat beredar mitos di masyarakat yang menyebut ejakulasi setiap hari bisa meningkatkan risiko rambut rontok hingga kebotakan. Bahkan, disebut-sebut ejakulasi setiap hari bisa meningkatkan risiko muncul gangguan kesehatan pada pria maupun wanita. Lantas, bagaimana fakta sebenarnya? Simak berikut ini.

Adakah Efek Samping Mengeluarkan Sperma Setiap Hari?

Konsultan Infertilitas Pria dan Kesehatan di India, dr Shah Dupesh menjelaskan bahwa mengeluarkan sperma dua atau tiga kali setiap hari dapat menyebabkan kelelahan fisik, dan membuat tubuh lemah. Menurutnya hal ini bisa dimaklumi karena ejakulasi sama seperti saat berhubungan seksual yang menghabiskan energi.

"Saya pikir itu adalah pilihan. Jika Anda merasa dapat mempertahankan kendali dan mampu melanjutkannya, maka lanjutkan," tulis dr Dupesh seperti dikutip dari Andrology Corner.

dr Shah juga menyinggung soal pendapat yang menyebut ejakulasi setiap hari dapat menyebabkan rambut rontok, kebotakan, hingga kondisi serius lainnya. Menurutnya, pendapat itu hanya mitos belaka dan tak berbasis secara penelitian.

Di sisi lain, hasil penelitian pada 2017 melaporkan bahwa ejakulasi 21 kali dalam sebulan dapat mengurangi risiko pria mengalami kanker prostat. Dikutip dari Healthline, penelitian tersebut dilakukan terhadap 31.925 lelaki dan diterbitkan dalam European Urology pada Desember 2016.

Meski hasil penelitian menunjukkan keterkaitan antara frekuensi ejakulasi dan risiko kanker prostat, namun diperlukan penelitian tambahan untuk memperkuat temuan tersebut.

Sebab studi tersebut hanya mengandalkan jawaban responden terkait seberapa sering mereka ejakulasi yang dilaporkan satu kali pada tahun 1992 dan sekali pada 2010. Karenanya, hasilnya pun berpotensi berbeda karena ingatan responden yang lupa.

Dalam penelitian tersebut juga tidak disebutkan apakah ejakulasi dihasilkan dari hubungan seksual atau dari masturbasi. Hal ini sangat mungkin berperan untuk hasil yang lebih spesifik terkait risiko penurunan kanker prostat.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang dapat menjawab frekuensi ideal dalam satu pekan, satu bulan, atau satu tahun untuk pria mengeluarkan sperma.



Simak Video "Jarang Ejakulasi Sebabkan Kanker Prostat?"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT