Makin Banyak Anak Kena Hipertensi-Diabetes, IDAI Ungkap Biang Keroknya

ADVERTISEMENT

Makin Banyak Anak Kena Hipertensi-Diabetes, IDAI Ungkap Biang Keroknya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 18 Jan 2023 06:30 WIB
Top view of a sick kid with diabetes using a digital monitor to test her blood sugar levels at home
Ilustrasi anak terkena diabetes dan hipertensi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Antonio_Diaz)
Jakarta -

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan makin banyak anak yang kini terkena diabetes hingga hipertensi. Padahal, mulanya penyakit ini hanya menyerang kelompok usia dewasa.

Hal ini dipicu kebiasaan atau pola makan junkfood hingga jenis makanan tinggi gula dan berisiko tinggi memicu peradangan. Akibatnya, obesitas hingga risiko penyakit tidak menular lainnya banyak mengintai anak.

"Junkfood sangat tinggi gula dan inflamatif. Anak-anak sekarang itu sudah banyak yang kena hipertensi, diabetes melitus tipe II karena ini," terang dr Piprim saat konferensi pers Selasa (17/1/2023).

"Jadi pesan saya solusinya kembali ke makanan alami real food, seperti banyak sayuran, rebus-rebusan. Kentang rebus, kentang goreng, dan keripik saja misalnya, jauh berbeda indeks gulanya, sementara snack anak kita di minimarket tinggi lemak dan gula," terang dia.

Dalam kesempatan serupa, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Muzal Kadim SpA(K) menyebut persoalan makanan junkfood memicu diabetes hingga obesitas juga terjadi di banyak negara termasuk Amerika Serikat. Junkfood disebutnya tidak memicu kondisi akut tetapi berpengaruh ke penyakit yang mengganggu metabolisme tubuh.

Kondisi itu juga dinamai sindrom metabolik. "Kelainan ini biasanya muncul saat sudah dewasa atau tua, nah mirisnya sekarang jadi semakin muda, karena konsumsi makanan yang kurang baik," beber dia.



Simak Video "Waspada Diabetes pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT