Hari Gizi Nasional 2023: Sejarah, Tema, Twibbon

ADVERTISEMENT

Hari Gizi Nasional 2023: Sejarah, Tema, Twibbon

Fadilla Namira - detikHealth
Jumat, 20 Jan 2023 13:01 WIB
Ilustrasi Hari Gizi dan Makanan
Hari Gizi Nasional 2023. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios)
Jakarta -

Hari Gizi Nasional (HGN) atau dikenal juga Hari Gizi dan Makanan Nasional merupakan memorandum tahunan yang jatuh pada 25 Januari. Peringatan ini bertujuan untuk memupuk kepedulian masyarakat akan pentingnya memenuhi nutrisi sehat dan seimbang serta menciptakan produksi pangan berkelanjutan.

Atas dasar itu, pemerintah Indonesia menjadikan HGN sebagai salah satu langkah mendorong pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) sebagai negara sehat berprestasi. Tak hanya bagi orang dewasa, konsep HGN juga diutamakan bagi anak-anak dan bayi yang terhitung dari masa kehamilan.

Hingga kini, permasalahan gizi di Indonesia masih terbilang kompleks. Setidaknya ada tiga beban utama yang menjadi perhatian khusus pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi masalah gizi, yakni stunting, 'wasting' (kekurangan gizi), dan 'overweight' (kelebihan gizi). Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, masing-masing ketiga beban tersebut mempunyai prevalensi yang cukup besar meski angkanya telah menurun dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Berikut penjabarannya:

  • Stunting: 30,8 persen menjadi 24,4 persen
  • Wasting: 10,2 persen menjadi 7,1 persen
  • Overweight: 8 persen menjadi 3,8 persen

Dari ketiganya, prevalensi stunting yang terbesar. SSGI mencatat satu dari empat atau sekitar lima juta anak Indonesia mengalami stunting. Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak akibat kurangnya asupan gizi atau infeksi berulang. Kondisi ini bisa menjakiti anak-anak sejak lahir.

Sejarah Hari Gizi Nasional

Terkait lahirnya Hari Gizi Nasional, maka masyarakat harus tahu dulu bagaimana upaya perbaikan gizi dimulai. Program tersebut pertama kali dicetuskan oleh Prof Poorwo Soedarmo ketika ia dilantik sebagai kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada 1950-an oleh Menteri Kesehatan, Dokter J Leimena, di era pemerintahan Soekarno.

Kala itu, LMR masih disebut Instituut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari lembaga penelitian kesehatan bernama Eijckman. Ketika pengkaderan tenaga gizi Indonesia dan Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR mulai disahkan pada 25 Januari, tanggal tersebut pun juga diresmikan sebagai peringatan Hari Gizi Nasional.

Sejak saat itu, pendidikan ahli gizi terus menjamur di banyak perguruan tinggi Indonesia dan Prof Poorwo Soedarmo diangkat menjadi Bapak Gizi Indonesia. Pada 1970 hingga kini, konsep Hari Gizi Nasional berpindah tangan ke Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan dari semulanya LMR dan menjadi kegiatan wajib tahunan guna menargetkan Indonesia terbebas dari stunting.

Tema Hari Gizi Nasional 2023

Hari Gizi Nasional 2023 mengambil tema 'Protein Hewani Cegah Stunting'. Protein hewani, seperti susu, daging-dagingan, aneka ikan, dan telur, jadi pembahasan utama di tahun ini karena telah terbukti mempunyai korelasi positif untuk menurunkan risiko stunting atau kekurangan gizi kronis.

Akan tetapi, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada Maret 2002 menulis asupan protein di Indonesia secara umum masih terbilang rendah. Bahkan, penelitian dari Food and Agriculture Organization of United States menyebut Indonesia adalah salah satu negara dengan pengonsumsian daging dan susu terendah di dunia.

Protein hewani memiliki keunikan dan manfaat yang sebagian besar sulit didapatkan oleh bahan pangan lain, misalnya asam amino, jenis vitamin dan mineral tertentu, dan asam lemak. Tergantung cara pengolahannya, nilai manfaat biologis protein hewani lebih bagus diserap tubuh.

Keunikan pangan hewani lainnya adalah membentuk hormon dan tulang, tulang keras (rawan), karena kaya akan kolagen dari asam amino, lemak, dan energi. Nutrisi-nutrisi ini amat sangat penting diperlukan bayi di bawah satu tahun dan akan lebih baik bila protein hewani dikonsumsi secara variatif.

"Semakin jenis meningkatkan akan semakin 'powerful' lagi efeknya. Misalnya, tiga jenis sehari akan berefek penurunan gangguan pertumbuhan linear dibanding satu jenis sehari," kata ahli gizi dan ketua umum PERGIZI PANGAN Indonesia, Prof Hardiansyah, Ms, PhD pada Temu Media secara daring, Jumat (20/1/2022).

Dengan demikian, Kemenkes memberikan panduan gizi sehat seimbang bernama Isi Piringku. Secara umum, panduan menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, lalu 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat serta protein.

Twibbon Tema Hari Gizi Nasional 2023

Hari Gizi Nasional ke-63 akan diselenggarakan pada 25 Januari 2023 mendatang. Untuk memeriahkannya, masyarakat diajak untuk menggunakan 'tagline' #Proteinhewanicegahstunting #HGN2023 #Cegahstuntingitupenting #Isipiringku bersamaan dengan mengunggah twibbon yang telah detikcom persiapkan berikut ini:



Simak Video "Vegeta Dukung Kesehatan Pencernaan di Hari Gizi Nasional "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT