Ternyata Ini Biang Kerok Jepang Alami 'Resesi Seks', Jumlah Populasi Terus Menyusut

ADVERTISEMENT

Ternyata Ini Biang Kerok Jepang Alami 'Resesi Seks', Jumlah Populasi Terus Menyusut

Hana Nushratu - detikHealth
Selasa, 24 Jan 2023 09:30 WIB
Ilustrasi Shibuya Tokyo Jepang
Jepang dihantui resesi seks akibat angka kelahiran rendah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ASKA)
Jakarta -

Negara Jepang diperkirakan akan mengalami 'resesi seks' lantaran angka kelahiran pada 2022 kurang dari 800 ribu. Padahal, di tahun 1970-an angka tersebut mencapai lebih dari 2 juta.

Resesi seks tidak hanya terjadi di Jepang. Sejumlah negara seperti China, Korea Selatan, dan Singapura mengalami hal yang sama.

Akan tetapi, permasalahan di Jepang yaitu terkait harapan hidup. Berdasarkan data dari Bank Dunia, Jepang merupakan negara dengan populasi terbesar bagi lansia (di atas 65 tahun) kedua di dunia setelah negara kecil Monaco.

Artinya, jika populasi terus menua maka tidak ada yang mendukung kebutuhan para lansia tersebut. Menurut Perdana Menteri Jepang Fushio Kishida, ini merupakan masalah yang harus diselesaikan sekarang atau tidak sama sekali.

"Jepang berada di ambang apakah kita dapat terus berfungsi sebagai masyarakat," kata Kishida kepada anggota parlemen dikutip dari BBC, Selasa (24/1/2023).

"Memfokuskan perhatian pada kebijakan mengenai anak dan mengasuh anak adalah masalah yang tidak bisa menunggu dan tidak bisa ditunda," ujar Kishida.

Strategi PM Jepang yakni mendesak pemerintah untuk menggandakan pengeluarannya untuk program-program terkait anak. Strategi lainnya yaitu membentuk badan pemerintah baru yang akan dibentuk pada April mendatang.

"Kita harus membangun ekonomi sosial yang mengutamakan anak untuk membalikkan (rendah) angka kelahiran," tutur Kishida.

Populasi di Negeri Sakura saat ini hanya di bawah 125 juta, menurut data resmi. Faktor yang mempengaruhi resesi seks di Jepang di antaranya:

  • Biaya hidup mahal
  • Perempuan lebih berfokus pada pendidikan dan karir
  • Akses kontrasepsi yang mudah
  • Perempuan lebih memilih untuk mempunyai sedikit anak atau bahkan tidak memiliki anak sama sekali (childfree).


Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT