Pria Juga Bisa Alami 'Menopause', Picu Lemah Syahwat sampai Depresi

ADVERTISEMENT

Pria Juga Bisa Alami 'Menopause', Picu Lemah Syahwat sampai Depresi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 24 Jan 2023 10:01 WIB
Ilustrasi Depresi.
Salah satu efek dari menopause pria yaitu depresi. (Foto: Gadiel Lazcano/Unsplash)
Jakarta -

Selama ini kata menopause sering diasosiasikan dengan wanita. Kondisi tersebut terjadi saat kadar estrogen mereka turun drastis dan tahun reproduksi mereka berakhir.

Tapi tak banyak yang tahu bahwa pria juga bisa menopause. Istilah ini juga digunakan untuk menggambarkan periode dalam kehidupan pria dewasa ketika kadar hormonnya turun, menyebabkan sejumlah gejala yang berisiko menghancurkan kepercayaan diri.

Sejumlah pria yang mengalami menopause akan mengalami disfungsi ereksi, depresi, kecemasan, dan kegemukan.

Dr Bob Berookhim, ahli urologi di New York City dan Direktur Kesuburan Pria dan Bedah Mikro di Rumah Sakit Lenox Hill mengatakan menopause pria atau secara medis dikenal sebagai andropause, ditandai dengan perubahan yang lebih bertahap. Pada pria, penurunan kadar testosteron cenderung terjadi lebih lambat dan dapat muncul pada usia berapa pun, dan kebanyakan pria lebih kecil kemungkinannya untuk muncul dengan tiba-tiba gejala testosteron rendah.

"Istilah ini mungkin dianggap mengebiri bagi sebagian orang, dan gejala ini seringkali dan tidak nyaman bagi pria untuk dibicarakan pada awalnya," katanya kepada DailyMail.

Kadar testosteron biasanya memuncak pada sekitar usia 20 tahun diikuti dengan penurunan yang lambat sepanjang sisa masa dewasa. Pada tingkat tertingginya, kadar testosteron harus berkisar antara 300 dan 1.200 ng/dL.

Begitu pria mencapai usia pertengahan tiga puluhan, kadar testosteron mulai menurun setidaknya satu persen per tahun. Urolog menganggap kadar testosteron terlalu rendah ketika turun di bawah 300 nanogram per desiliter (ng/dL). Ini paling sering terjadi pada pria berusia 40-an dan 50-an.

Perkiraan dari University of Wisconsin menunjukkan bahwa testosteron rendah memengaruhi sekitar 12 persen pria berusia 50-an, 19 persen di usia 60-an, 28 persen di usia 70-an, dan 49 persen di usia 80-an.

Tingkat kekurangan testosteron dapat menyebabkan dorongan seks rendah, disfungsi ereksi, pengurangan massa otot yang tidak dapat dijelaskan atau peningkatan lemak tubuh secara tiba-tiba, rambut rontok, osteoporosis, dan depresi.

Next: menopause pada pria bikin mandul?



Simak Video " KuTips: Simak Tips Mengontrol Episode Bipolar Disorder!"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT