Ingat! Bukan Diberi Biskuit, Begini Lho Agar Anak Tidak Stunting

ADVERTISEMENT

Ingat! Bukan Diberi Biskuit, Begini Lho Agar Anak Tidak Stunting

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 25 Jan 2023 17:32 WIB
Petugas memberikan imunisasi di kawasan RW 04 Semper Barat, Selasa (2/8). Kegiatan ini merupakan rangkaiam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) selama bulan Agustus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak lagi memberikan asupan tambahan biskuit untuk mencegah anak stunting. Memberikan makanan tambahan seperti biskuit untuk anak merupakan anggapan yang keliru untuk mencegah stunting.

"Dan jangan sampai keliru, karena yang lalu-lalu saya lihat di lapangan dari Kemenkes RI masih memberi biskuit pada anak, cari mudahnya saja," kata Jokowi saat ditemui di kantor BKKBN, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).

Pemberian biskuit dinilai tidak efektif mencegah stunting karena minim kandungan gizi. Protein hewani dinilai efektif dalam mencegah anak mengalami stunting.

Pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein hewani dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

Makanan pencegah stunting

Mencegah stunting pada anak harus dimulai pada pemenuhan gizi semenjak ibu hamil sampai menyusui. Gizi ibu menyusui penting untuk memastikan kualitas ASI yang menjadi satu satunya sumber asupan gizi pada 6 bulan pertama dengan ASI eksklusif.

Makanan pendamping ASI (MPASI) yang penting bagi anak setelah berusia 6 bulan adalah memastikan agar ada kandungan protein hewani di asupan mereka. Pada periode usia 12-23 bulan terjadi peningkatan stunting 1,8 kali lipat, yang diakibatkan oleh rendahnya asupan makanan sumber protein hewani dalam makanan pendamping ASI (MPASI)

"Ada bukti kuat hubungan antara stunting dan konsumsi pangan hewani pada balita 6-23 bulan, seperti susu/produk olahannya, daging/ikan dan telur. Penelitian tersebut juga menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi satu jenis pangan hewani," kata Plt Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan Ni Made Diah pada konferensi pers Hari Gizi Nasional ke-63 beberapa waktu lalu.

Asupan protein hewani pada ibu hamil sangat penting dalam mencegah stunting pada janin yang dikandungnya. Gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan menjadi salah satu penyebab utama anak lahir stunting salah satunya karena komponen gizi kurang.

Konsumsi tinggi protein hewani selain mencegah stunting juga dapat menurunkan morbiditas maternal dan perinatal dan mencegah terjadinya pertumbuhan janin terhambat, mencegah terjadinya eklamsia berat pada ibu hamil.



Simak Video "Stunting di Indonesia Kini Turun Menjadi 21,6%"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT