Dokter spesialis ortopedi dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes, Ph.D, Sp.OT(K) mengungkapkan kanker tulang merupakan tumor ganas yang bisa berasal dari tulang sehingga menimbulkan ketidakmampuan untuk beraktivitas. Kanker akan terjadi ketika sel mulai bertumbuh di luar kendali.
"Osteosarkoma adalah kanker yang berasal dari sel tulang yang normal. Oleh karena sel mengalami mutasi dari genetik sehingga dia membelah terus menerus, kemudian membesar dan tidak bisa terkontrol oleh tubuh, lalu menjadi tumor yang ganas," ujarnya dalam Webinar Hari Kanker Anak Internasional #throughtheirhands, Kamis (12/2/2023).
Dalam kasus kanker tulang, Dokter RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar tersebut mengatakan munculnya benjolan/bengkak yang disertai nyeri progresif bisa menjadi salah satu gejala.
"Tanda-tanda gejala (kanker tulang) yaitu, (terjadi) di usia muda. Kemudian, nyeri yang progresif, yaitu awalnya sedikit lama kelamaan nyeri terus menerus, dan muncul bengkak atau benjolan," katanya
"Tanda-tanda yang lain, yaitu keterbatasan gerak, penurunan berat badan dan anemis," sambungnya.
Saat mengalami benjolan pada tulang, dr. Phetrus menyarankan untuk menghindari tiga hal. Salah satunya dengan tidak memijat benjolan.
"Jika muncul benjolan pada tulang, jangan dipijat atau diurut. Karena apabila diurut, dikhawatirkan sel-sel di sekitarnya akan pecah dan menyebar ke organ lain," jelasnya.
Kedua, lanjutnya, hindari untuk melakukan pengompresan dengan kain atau kompres panas pada benjolan, serta menggunakan obat-obatan herbal. Pasalnya, tindakan ini justru dapat mempercepat pertumbuhan kanker.
"Ketiga, hindari berobat ke alternatif atau non medis karena akan memperlambat tatalaksana (deteksi dan pembedahan) di rumah sakit," ungkapnya.
Senada dengan dr. Phetrus, Ketua UKK Hematologi Dr. dr. Teny Tjitra Sari, SpAk, MPH juga tidak merekomendasikan pengobatan herbal pada pasien kanker, termasuk kanker tulang.
"Kami tidak menggunakan obat herbal. Kami menggunakan obat-obatan dengan dasar penelitian. Dengan dasar bahwa hasilnya memberikan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, saya sangat tidak sarankan penggunaan obat herbal," katanya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Surabaya Anisah menilai saat ini sejumlah faktor penyebab kanker anak masih kurang diperhatikan. Mengingat jumlah penderita kanker anak masih tergolong sedikit dibandingkan dengan mereka yang mengidap kanker di usia dewasa.
Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya mendorong agar kanker pada anak menjadi hal yang diprioritaskan. Salah satunya dengan mengedukasi orang tua pasien dan masyarakat terkait kanker anak.
"Saat ini, kita menyediakan rumah singgah (bagi para pasien kanker). Kita juga ada Sekolahku, jadi walaupun sakit mereka bisa tetap beraktivitas," kataya,
Kita juga mengedukasi orang tua pasien (terkait kanker) untuk menambah wawasan mereka," tutupnya.
Simak Video "Nikita Mirzani Jalani Pengobatan untuk Persiapan Bertemu Dito Mahendra"
(ega/ega)