Ternyata Ini Alasan Stroke Lebih Sering Terjadi di Pagi Hari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 23 Okt 2025 06:00 WIB
Stroke di pagi hari. (Foto: Getty Images/ThitareeSarmkasat)
Jakarta -

Kasus stroke terjadi secara mendadak, dan menariknya, sebagian besar dilaporkan terjadi pada pagi hari. Menurut spesialis saraf dari Brawijaya Hospital, dr Zicky Yombana Babeheer, SpN, AIFO-K, DAI FIDN, CPS, hal ini bukan kebetulan, melainkan berkaitan dengan mekanisme alami tubuh saat seseorang baru bangun tidur.

"Ketika kita tidur, tekanan darah cenderung menurun. Begitu bangun pagi, hormon-hormon tertentu di tubuh, seperti kortisol, hormon androgen, meningkat. Ini menyebabkan tekanan darah naik secara tiba-tiba," jelas dr Zicky dalam temu media di Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

dr Zicky menerangkan kenaikan tekanan darah di pagi hari sebenarnya merupakan respons normal tubuh agar organ vital kembali aktif setelah beristirahat. Namun, pada orang yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau penyempitan pembuluh darah otak, lonjakan ini bisa berbahaya.

"Saat tekanan darah naik mendadak, bekuan darah yang sebelumnya diam di pembuluh bisa terdorong dan menyumbat aliran darah ke otak," ujarnya.

"Akibatnya, suplai oksigen ke otak berkurang, dan terjadilah serangan stroke mendadak di pagi hari," tambahnya.

dr Zicky juga mengingatkan banyak orang masih salah kaprah dalam memeriksa tekanan darah.

"Masalahnya, tekanan darah sering diukur sembarangan, misalnya setelah beraktivitas, terburu-buru, atau saat stres. Padahal pengukuran yang benar harus dilakukan dua kali di waktu berbeda, dalam keadaan tenang dan santai," jelasnya.




(naf/up)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork