Pernah melihat seseorang yang kelopak matanya tampak turun sebelah atau terlihat selalu mengantuk? Kondisi ini dikenal secara medis sebagai Ptosis.
Belakangan, istilah ini ramai dibahas warganet karena memengaruhi tampilan wajah sekaligus fungsi penglihatan.
Apa Itu Ptosis?
Menurut American Academy of Ophthalmology, ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun hingga menutupi mata. Penurunannya bisa hanya sedikit, namun bisa juga sangat parah hingga menutupi pupil (titik hitam di tengah mata yang berfungsi menyerap cahaya).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sudah menutupi pupil, ptosis dapat membatasi atau bahkan menghalangi penglihatan normal secara total.
Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kabar baiknya, ptosis dapat ditangani untuk memperbaiki fungsi penglihatan sekaligus meningkatkan penampilan pengidapnya.
Penyebab Ptosis pada Orang Dewasa
Pada orang dewasa, kondisi ini disebut sebagai acquired ptosis. Hal ini terjadi ketika otot levator atau otot yang mengangkat kelopak mata meregang atau terpisah dari kelopak mata. Beberapa pemicu utamanya meliputi:
- Proses Penuaan: Faktor usia yang membuat otot melemah.
- Cedera Mata: Trauma fisik pada area sekitar mata.
- Efek Samping Operasi: Kadang terjadi setelah prosedur bedah mata tertentu.
- Kondisi Langka: Adanya penyakit tertentu atau tumor yang menyerang otot kelopak mata.
Saat ini, terdapat inovasi pengobatan berupa obat tetes mata resep khusus bagi orang dewasa dengan acquired ptosis. Obat ini mengandung oxymetazoline yang menargetkan otot pengangkat kelopak mata.
Namun, jika kondisi cukup parah, operasi ptosis biasanya menjadi solusi. Dokter akan menyesuaikan otot pengangkat kelopak mata. Untuk kasus yang berat, otot levator mungkin perlu diperpendek dan dipasang kembali ke kelopak mata.











































