Kurangi Porsi Makan hingga 'Skip' Nasi Tapi BB Segitu-gitu Aja? Ini Catatan Dokter

Radifan Fadli Rahman - detikHealth
Sabtu, 10 Jan 2026 16:02 WIB
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sudah makan sedikit sampai rela mengurangi porsi makan, tetapi berat badan tak juga turun? Kondisi ini sering bikin frustasi, terlebih ketika usaha diet terasa sudah maksimal.

Spesialis gizi klinik dr M Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menjelaskan kemungkinan kesalahan yang dilakukan saat diet. Pada banyak kasus, beberapa orang langsung membatasi asupan makan secara ekstrem.

"Sebenarnya yang kayak gitu mungkin karena dietnya terlalu ekstrem, mungkin saat diet oh saya cuma boleh makan sayur saja, atau misalnya saya cuma makan sayur satu sama putih telur deh setiap hari," sorotnya, dalam bincang bersama di detikSore, Jumat (2/1/2026).

Walhasil, tanpa disadari camilan menjadi pilihan untuk mengurangi rasa lapar yang muncul. Padahal, kalorinya bisa lebih tinggi dari satu porsi makan besar.

"Misalnya kopi dan teman-temannya, ada sirupnya, ada gulanya, ada whipped cream. Pastry saja itu kalorinya bisa 2 setengah sampai 3 porsi nasi, dalam satu kali makan. Kopinya yang ukuran kecil itu satu sampai 2 porsi nasi," lanjut dia.

@detikhealth_official

Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. "Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. "Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.

♬ original sound - detikHealth






(rfd/naf)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork