Pengidap Glaukoma Terpapar Abu Vulkanik? Ini Saran Dokter Mata

Iritasi Mata

Pengidap Glaukoma Terpapar Abu Vulkanik? Ini Saran Dokter Mata

Aura Zahradiva Penggalih - detikHealth
Minggu, 13 Sep 2026 13:08 WIB
Asian doctor performing eye test with young female patient with disability on Optical vision test vector chart in clinic
Periksa mata. Foto: Getty Images/Edwin Tan
Jakarta -

Paparan debu pekat maupun abu vulkanik di ruang terbuka selalu membawa risiko iritasi bagi siapa saja. Namun, bagi pengidap glaukoma, terdapat risiko ancaman yang jauh lebih kompleks, terutama bagi mereka yang rutin menjalani terapi pengobatan atau pernah melakukan operasi mata.

Lantas, bagaimana penanganan khusus paparan debu bagi pengidap glaukoma, dan sejauh mana mereka disarankan untuk rutin kontrol ke dokter?

Kondisi Khusus Pengidap Glaukoma

Pengidap glaukoma memiliki kondisi dasar (baseline) kesehatan mata yang berbeda dari orang awam. Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K) membagi risiko paparan debu pada pengidap glaukoma ke dalam dua kelompok utama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kedua kelompok tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pasien Glaukoma Pengguna Obat Tetes Rutin

Pasien glaukoma yang mengontrol tekanan bola mata menggunakan obat tetes mata jangka panjang umumnya memiliki kondisi mata yang lebih kering. Begitu terpapar abu atau debu vulkanik, rasa ganjal dan tidak nyaman yang dirasakan akan berlipat ganda.

"Nah ini kita sekarang lagi bicara baseline kesehatan mata orang dengan glaukoma. Yang satu, kondisinya misalnya udah pakai obat tetes mata banyak jumlahnya. Matanya relatif lebih kering," ucap dr Rini dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (9/9/2026).

2. Pasien Glaukoma Pasca-Operasi

Perhatian ekstra dan perlakuan khusus wajib diberikan kepada pasien glaukoma yang sudah pernah menjalani operasi. Prosedur operasi glaukoma bertujuan membuat saluran pembuangan cairan di dalam mata.

Jika mata terpapar abu vulkanik lalu dikucek, bekas saluran operasi tersebut berisiko mengalami robekan.

"Biasanya kalau sudah dioperasi tuh udah ada saluran di dalamnya. Dan kalau ada debu vulkanik terus dia kena, terus iritasi, dia kucek-kucek, itu ada robekan di bekas tempat operasinya. Mungkin resiko infeksi dia lebih tinggi daripada orang lainnya," paparnya.

dr Rini mengatakan, risiko infeksi pada pasien pasca-operasi mata dapat terjadi karena kotoran dapat masuk ke mata melalui saluran buatan dokter ketika operasi.

Perlu Kontrol Lebih Sering dan Wajib Periksa Langsung

Pengidap glaukoma, terutama yang pernah dioperasi, harus langsung kontrol saat terpapar abu. Pasien glaukoma amat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan langsung ke fasilitas kesehatan.

dr Rini mewajibkan pasien glaukoma dengan riwayat operasi yang merasa matanya tidak nyaman pasca-terpapar abu untuk segera memeriksakan diri secara fisik, bukan sekadar berkonsultasi via telepon atau foto.

Pemeriksaan fisik menggunakan alat khusus seperti slit lamp diperlukan untuk memastikan tidak ada luka kecil atau robekan yang berisiko memicu infeksi sistemik.

"Karena once itu (abu vulkanik) masuk, di daerah mata kita ini banyak pembuluh darah. Kenapa sih ini jadi penting? Karena lewat aliran darah itu risiko infeksi bisa mengalir ke sistem. Gitu," imbuhnya.

Langkah Pencegahan bagi Pengidap Glaukoma

Untuk meminimalkan risiko bahaya saat beraktivitas di area berdebu atau abu vulkanik, pengidap glaukoma dianjurkan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti melakukan proteksi maksimal, tidak mengucek mata, sediakan air mata buatan, dan rutin kontrol.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Waspadai Risiko Iritasi Mata saat Bersih-bersih Abu Vulkanik"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)
Mata Merah Sisa Abu Vulkanik
16 Konten
Erupsi Gunung Anak Krakatau tak cuma menyisakan bekas abu vulkanik, beberapa orang juga mengalami iritasi mata yang belum benar-benar sembuh. Kenapa pemulihannya lama, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah bagi yang tidak mengalami?

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads