Hal ini diungkap sebuah survei yang digelar oleh sebuah perusahaan manajemen nutrisi dan berat badan yang berbasis di Evesham, Inggris yaitu LighterLife.
Bahkan 37 persen respoden yang sebagian besar wanita ini menyatakan tak ada gunanya memulai diet jika mereka tak yakin bisa menjalankannya dengan benar dalam sehari, apalagi untuk melakukannya hingga seminggu penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
18 persen responden juga menyalahkan rekan-rekan kerjanya yang seringkali mentraktir makan di luar sehingga membuat responden malas melanjutkan program dietnya.
Namun di balik itu, survei ini juga menunjukkan bahwa 30 persen responden lebih cenderung jujur dan mengakui jika mereka kurang motivasi dan komitmen untuk menjalankan pola makan yang lebih sehat dari sebelumnya.
"Padahal tak ada yang namanya makanan yang 'jahat' bagi tubuh, yang ada hanyalah pola makan yang buruk," terang seorang dokter umum yang juga presenter TV terkemuka di London, Hilary Jones seperti dilansir dari Medindia, Selasa (18/9/2012).
Dari survei ini dapat dilihat jika perubahan preferensi makanan saja tak cukup membantu seseorang untuk menurunkan berat badannya tapi yang terpenting adalah motivasinya sendiri.
Kendati pelaku diet telah menggunakan metode diet atau mengikuti program penurunan berat badan khusus yang paling 'canggih' sekalipun, jika tidak dibarengi dengan motivasi dari dirinya sendiri maka bisa dipastikan program itu akan gagal, bahkan bisa jadi berat badannya justru semakin bertambah karena pola makan yang lebih berantakan dari sebelumnya.
(ir/ir)











































