Studi tersebut melibatkan 121 orang dengan diabetes tipe 2 yang sedang dalam terapi pengobatan obat anti-diabetes. Hasil studi diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine, seperti ditulis Naturalnews, Kamis (21/2/2012).
Peneliti membagi pasien diabetes tersebut menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama diminta mengubah diet dengan mengonsumsi kacang-kacangan mentah setidaknya satu cangkir per hari. Sedangkan kelompok kedua tidak melakukan perubahan sama sekali terhadap dietnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diet makanan mentah atau diet vegan rupanya memberikan kontribusi yang baik untuk pasien diabetes karena rendah glikemik. Bahkan efek dari perubahan diet vegan tersebut dapat Anda rasakan hanya dalam waktu 10 hari setelah memulai diet," kata David JA Jenkins, MD, peneliti dari University of Toronto.
Setelah mengetahui hasil penelitian tersebut, para pasien diabetes kemudian mulai beralih sepenuhnya ke diet vegan. Kondisi kesehatan pasien semakin hari semakin membaik dan kadar gula darahnya mendekati normal.
Ternyata, perubahan kecil tersebut mampu menunjukkan perbaikan yang signifikan bagi pasien diabetes yang memilih gaya hidup vegan. Seseorang yang akan menjalani diet vegan harus menghindari konsumsi segala jenis daging-dagingan atau segala sesuatu yang berasal dari binatang, termasuk telur, susu dan produk olahannya.
Anda tidak akan kekurangan gizi akibat diet vegan, asalkan Anda menggantinya dengan mengonsumsi sayuran dan makanan nabati lainnya yang mengandung nutrisi yang sama. Misalnya, Anda dapat mengganti kebutuhan kalsium dari susu dengan brokoli.
Menambahkan satu ons kacang mentah dalam diet sehari-hari juga dapat membantu mencukupi kebutuhan protein dan lemak sehat yang mampu mencegah obesitas, menormalkan tekanan darah, dan menstabilkan gula darah, yang semuanya merupakan tanda-tanda sindrom metabolik yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
(/)











































