Dari Super Gemuk Jadi Ceking Gara-gara Operasi Lambung

Dari Super Gemuk Jadi Ceking Gara-gara Operasi Lambung

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Rabu, 06 Mar 2013 12:40 WIB
Dari Super Gemuk Jadi Ceking Gara-gara Operasi Lambung
Julie Dunbar (Foto: swns)
West Yorkshire, Inggris - Berat badan Julie Dunbar semula mencapai angka 130 kg. Karena ingin memiliki tubuh langsing dalam sekejab, ia pun memutuskan melakukan operasi bypass lambung. Sayang, operasi tersebut justru membuat tubuhnya jadi ceking dan kurang gizi.

Usaha Julie Dunbar (51 tahun) untuk menurunkan berat badan memang berhasil. Dalam setahun, berat badannya sudah turun 89 kg. Tapi rupanya penurunan tersebut kelewat batas, tubuh Julie menjadi sangat kurus, kurang gizi, kurang vitamin, bahkan ia harus makan 5.000 kalori setiap hari untuk dapat bertahan hidup.

Julie mengalami komplikasi yang jarang terjadi dari operasi pelangsing, yang membuat tubuhnya berhenti menyerap nutrisi yang dibutuhkan. Dalam 12 bulan, berat badannya menurun drastis dari 130 kg menjadi kerangka terbalut kulit seberat 38 kg. Ini membuat tubuhnya mengalami kurang gizi berbahaya dan sangat dekat dengan kematian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter mengatakan satu-satunya solusi adalah makan 5.000 kalori per hari, dengan kata lain dua kali lipat dari jumlah harian yang direkomendasikan untuk perempuan dan jauh lebih banyak dari jumlah kalori yang pernah ia makan saat tubuhnya masih super gemuk.

Menu sehari-harinya adalah setengah blok keju, salmon asap, sebungkus biskuit, kacang-kacangan, buah, kue, kari pai untuk makan malam, dan sekantong permen.

"Ini adalah pekerjaan full-time. Tagihan makanan kami fenomenal. Saya harus membayar 200 poundsterling (sekitar Rp 3 juta) untuk makan seminggu," tutur wanita asal Leeds, West Yorkshire, Inggris ini, seperti dilansir Daily Mail, Rabu (6/3/2013).

Hal ini menyenangkan bagi Julie pada awalnya, karena ia bisa makan sebanyak mungkin tanpa harus takut gemuk lagi. Tapi lama-lama itu membuatnya kerepotan, kesakitan dan mulai membencinya.

Kondisi ini mulai terjadi sejak tahun 2010, setelah ia melakukan pengalihan biliopancreatic dengan operasi duodenal switch di Spire Hospital di Leeds. Dalam operasi untuk penurunan berat badan ini, sebagian besar perut akan diangkat dan usus kecil akan 'ditata ulang'. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah waktu tubuh untuk dapat menangkap kalori dan menyerap lemak.

Setelah operasi berat badan tersebut, tubuh Julie turun sangat cepat. Hal ini membuat adiknya, Karen (50 tahun) terinspirasi untuk melakukan operasi yang sama. Tapi berat badan Karen masih masuk kategori normal dengan 63,5 kg, sedangkan berat badan Julie terus menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan.

"Ini waktu yang benar-benar mengerikan. Di pub, orang menatapku dan berpikir, 'Dia tidak akan berhasil'. Wajahku seperti tengkorak dan benar-benar cekung. Tidak ada satu ons pun daging di tubuhku," jelas Julie, yang merupakan pemilik pub.

Tubuhnya sangat kekurangan gizi sehingga mengembangkan Wernicke Encephalopathy, kondisi yang biasanya terlihat pada pecandu alkohol, orang dengan HIV atau orang-orang yang menderita kelaparan kronis, yang dapat membuatnya kehilangan kemampuan memori dan mengalami masalah keseimbangan.

Julie akhirnya menjalani dua operasi lain untuk meningkatkan ukuran perutnya untuk membantu asupan nutrisi, tapi tak ada yang membuatnya tetap sehat kecuali makan banyak makanan.

Berat badannya kini sudah mencapai 50 kg tetapi tetap harus banyak makan untuk memastikan berat badannya terus bertambah.

(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads