Haruskah Menghindari Produk Olahan Susu Saat Diet? Cek di Sini

Haruskah Menghindari Produk Olahan Susu Saat Diet? Cek di Sini

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 30 Okt 2013 11:31 WIB
Haruskah Menghindari Produk Olahan Susu Saat Diet? Cek di Sini
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat sedang diet untuk menurunkan berat badan, seringkali Anda menghindari jenis makanan tertentu seperti makanan berlemak tinggi dan lebih memilih sayur serta buah-buahan. Namun apakah produk olahan susu seperti susu segar dan yoghurt harus dihindari juga?

Dilansir Times of India, Rabu (30/10/2013), berikut beberapa aturan yang perlu Anda ketahui tentang mengonsumsi olahan susu selama diet:

1. Intoleransi laktosa bukan berarti harus menghindari semua olahan susu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laktosa biasanya dihindari oleh mereka yang intoleransi untuk mencegah munculnya masalah pada sistem pencernaan. Faktanya memang benar bahwa laktosa ditemukan pada sebagian besar olahan susu, namun tidak semua olahan susu mengandung tingkat laktosa yang sama. Banyak keju yang memiliki jumlah laktosa sedikit.

Olahan susu lain seperti yoghurt juga justru meningkatkan fungsi pencernaan dan merusak keberadaan laktosa dengan kandungan zat aktifnya yang hidup. Tak hanya itu, kandungan lemak yang ada di dalam susu full cream juga dapat membantu sebagian orang untuk bisa tetap mengonsumsi susu.

2. Konsumsi susu tak selalu membuat gemuk

Banyak orang yang beralih dari susu sapi ke pengganti susu berbahan dasar beras, sebab mereka pikir produk tersebut lebih sehat daripada susu sapi. Hal ini tentu tidak benar. Susu yang berbahan dasar beras justru memiliki kandungan protein yang sangat rendah dan tidak mengandung semua zat gizi mikro yang bisa Anda temukan di susu sapi.

Sebaliknya, pilihlah alternatif lain seperti susu sapi bebas laktosa, susu kedelai, dan susu almond. Semua jenis susu ini rendah Glycemic Index (GI) atau indeks glikemik, sebuah ukuran efek dari karbohidrat pada tingkat gula darah. Jenis susu alternatif tersebut juga lebih kaya nutrisi. Misalnya susu almond kaya akan vitamin E dan susu sapi bebas laktosa dapat memberikan cukup kalsium, fosfor, vitamin B kompleks, dan kalium. Jadi, tidak mengonsumsi susu lebih sehat sama sekali tidak benar.

3. Pilih yoghurt tawar atau plain

Ada begitu banyak jenis yoghurt, namun yang pasti yoghurt memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Jika Anda tidak alergi susu tetapi memiliki beberapa masalah setelah mengonsumsi semangkuk kecil yoghurt, maka cara terbaik mengatasinya adalah dengan mengurangi porsinya. Untuk menambah cita rasa, lebih baik tambahkan beberapa jenis kacang daripada memilih yoghurt dengan varian rasa.

Metode ini tidak hanya akan menambah rasa, tetapi juga akan memberikan Anda berbagai vitamin tambahan. Cobalah untuk mengonsumsi yoghurt dengan rasa tawar atau plain saja agar Anda tetap bisa mendapatkan manfaatnya tanpa merasa khawatir akan mengganggu kesehatan atau berat badan bertambah.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads