Untuk membuktikan teori ini, tim peneliti dari Jepang menganalisis 7 percobaan klinis dan 32 studi yang dilakukan antara tahun 1900-2013. Dalam studi tersebut, tekanan darah responden diukur dengan memeriksa dua bacaan; sistolik (tekanan di dalam arteri ketika jantung memompa darah) dan diastolik (tekanan saat jantung relaksasi).
Hasilnya, peserta yang menerapkan diet vegetarian memiliki tekanan darah sistolik hampir 5 mmHg lebih rendah dibandingkan mereka yang makan daging dan ikan. Sementara untuk tekanan darah diastolik, perbedaan yang muncul pada vegetarian berada dalam rentang 2.2-5 mmHg jika dibandingkan dengan non-vegetarian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan tekanan darah sistolik 5 mmHg diharapkan mengurangi angka kematian akibat beberapa penyakit seperti penyakit jantung koroner, dan stroke," tulis laporan tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (27/2/2014).
Alasan utama munculnya penurunan tersebut dianggap sebagai efek dari diet rendah lemak, yaitu dengan cara menghindari konsumsi daging merah dan memperbanyak konsumsi sayuran. Selain itu, makan lebih banyak buah dan sayuran juga dapat memaksimalkan efek antioksidan. Mengurangi konsumsi daging merah pun turut membantu mengurangi risiko kanker usus.
Meskipun demikian, Victoria Taylor, ahli gizi senior di British Heart Foundation, mengatakan hasil penelitian terhadap diet vegetarian masih sulit dipastikan karena banyaknya variasi makanan yang dikonsumsi dan kemungkinan adanya faktor gaya hidup lain.
"Studi ini memang menunjukkan bahwa para vegetarian cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah, namun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme di balik penurunan tersebut," paparnya.
Menurut Taylor, diet vegetarian seimbang seharusnya adalah yang dapat menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan. Namun hanya menghindari daging dari diet bukanlah jalur yang instan untuk menjaga kesehatan jantung, masih ada beberapa asupan lain yang juga tinggi lemak jenuh, garam dan gula, yang mungkin termasuk dalam pilihan menu vegetarian.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine.
(ajg/vit)











































