Soda Diet Vs Air Putih, Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

Soda Diet Vs Air Putih, Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?

- detikHealth
Jumat, 30 Mei 2014 08:31 WIB
Soda Diet Vs Air Putih, Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan?
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Colorado, AS - Konsumsi soda yang berlebihan memang tidak baik untuk kesehatan. Itulah sebabnya produsen soda menciptakan varian soda diet untuk memberikan alternatif bagi mereka yang tak ingin berat badannya melambung. Namun benarkah ini bermanfaat?

Dr Jim Hill dari Anschutz Health and Wellness Center, University of Colorado kemudian merancang sebuah studi untuk mengetahui jawabannya. 300 partisipan dewasa dilibatkan dalam studi ini dan Dr Hill membagi mereka menjadi dua kelompok, kelompok pertama diminta minum soda diet dan yang lainnya hanya boleh minum air putih. Masing-masing partisipan rata-rata berbobot sekitar 91 kg di awal studi.

Setelah itu kedua kelompok diajari teknik-teknik untuk menurunkan berat badan secara intensif, salah satunya adalah mencatat apa saja yang partisipan makan ke dalam sebuah jurnal.

"Partisipan yang minum air putih atau dilarang minum soda kehilangan bobot hanya sebanyak 4,1 kg dalam kurun 12 minggu, namun bagi mereka yang diperbolehkan terus minum soda diet ternyata rata-rata kehilangan 5,9 kg dalam periode yang sama," kata Dr Hill seperti dikutip dari CNN, Jumat (30/5/2014).

Dr Hill sempat kebingungan menjelaskan fenomena ini karena dari percobaan yang dilakukannya, sebagian besar dari mereka yang sukses menurunkan berat badan adalah mereka yang mengonsumsi pemanis tanpa kalori.

Lantas mengapa mereka yang mengonsumsi soda diet justru lebih berhasil? "Alasan terbesarnya karena mereka melakukan 'tugas' yang lebih mudah. Mengurangi kalori (dengan minum air putih) sekaligus rutin berolahraga itu butuh tekad yang luar biasa, padahal tekad dan kemauan itu terbatas jumlahnya. Tapi bila harus berhenti mengonsumsi sesuatu yang sebelumnya sudah rutin dikonsumsi, mungkin akan lebih sulit," jelas Dr Hill.

Dan jelas peneliti tak perlu mengecek konsumsi kalori partisipan, karena mereka yang dilarang menyentuh soda diet justru cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori selama 12 minggu percobaan. Itulah sebabnya partisipan yang diperbolehkan tetap minum soda diet lebih berhasil menurunkan berat badan ketimbang yang dipaksa untuk puasa soda.

Hanya saja dari studi yang sama, Dr Hill dapat menjawab apakah orang yang ingin diet perlu berhenti meminum soda atau meneruskannya sekalian agar bobotnya benar-benar turun. "Yang jelas minuman berpemanis buatan itu tidak mendorong penurunan berat badan," tegasnya.

Hal ini sesuai dengan pernyataan salah satu partisipan bernama Kristi Norton. Wanita yang gemar minum soda diet ini termasuk ke dalam kelompok yang diminta berhenti minum soda selama percobaan. Ternyata bobotnya turun hingga 5,4 kg.

"Tapi hanya dengan minum air putih, saya dapat merasakan manfaatnya hingga 1000 persen. Saya merasa jauh lebih baik, energi saya bertambah, dan saya merasa lebih sehat. Dan saya dapat membedakan (efeknya) bila saya minum soda diet," tandasnya.

(iva/up)

Berita Terkait