Diet Karbohidrat yang Dianjurkan Bagi Diabetesi Tipe 2

Diet Karbohidrat yang Dianjurkan Bagi Diabetesi Tipe 2

- detikHealth
Jumat, 04 Jul 2014 17:30 WIB
Diet Karbohidrat yang Dianjurkan Bagi Diabetesi Tipe 2
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Mereka yang didiagnosis dengan diabetes, khususnya diabetes tipe 2, kerap bingung saat memilih menu makanan yang pas. Terlebih untuk menu karbohidrat, yang jika terlalu banyak bisa berisiko meningkatkan gula darah.

Menurut Mary Pickett, MD, dosen di Harvard Medical School, menu karbohidrat sendiri biasanya meliputi buah-buahan, sayuran, pati, biji-bijian, susu rendah lemak dan produk roti.

"Untuk diabetesi, asupan karbohidrat Anda harus proporsional dengan jumlah kalori yang Anda konsumsi. Dengan begitu kombinasi ini akan menciptakan pola makan yang bergizi seimbang," tutur Pickett, seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/7/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi kebanyakan diabetesi, kalori harian yang dianjurkan biasanya berada pada angka antara 1.600 dan 2.800 per hari. Namun bagi mereka yang sudah kelebihan berat badan, asupan kalori yang dikonsumsi biasanya disesuaikan.

"Dari total kalori tersebut, 45 persen sampai 65 persen harus kalori karbohidrat. Dan setidaknya setengah dari karbohidrat Anda harus berasal dari biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan susu rendah lemak. Ingat bahwa selain menyediakan karbohidrat yang sehat, buah-buahan dan sayuran memberikan kontribusi serat untuk diet Anda," pesan Pickett.

Oleh sebab itu, diabetesi tipe 2 juga dianjurkan untuk menyediakan 2-4 porsi buah dan 3-5 porsi sayuran per hari.

Sebisa mungkin juga sediakan lemak tak jenuh tunggal sebagai jenis utama dari lemak dalam diet Anda. Komposisi ini ditemukan dalam zaitun dan minyak canola. Mereka dapat membantu meningkatkan kolesterol baik (high-density lipoprotein) ke tingkat yang sehat.

Sementara itu, asupan lemak tak jenuh ganda dan lemak trans sebaiknya dikurangi. Mereka biasanya ditemukan dalam daging dan produk susu tinggi lemak, makanan kemasan dan gorengan. "Jangan lupa untuk juga berkonsultasi selalu dengan dokter Anda jika ingin memutuskan menerapkan diet tertentu," pesan Pickett.

(ajg/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads