Ya, studi yang dipublikasikan dalam Clinical Journal of The American Society of Nephrology (CJASN) telah menemukan bahwa penerapan diet Mediterania dapat menurunkan risiko perkembangan penyakit ginjal kronis hingga 50%.
"Banyak penelitian telah menemukan hubungan yang menguntungkan antara diet Mediterania dan kesehatan. Sementara itu, semakin banyak juga bukti bahwa pola makan yang buruk berhubungan dengan penyakit ginjal," ungkap peneliti Columbia University Medical Center, Dr Minesh Khatri, seperti dikutip dari Clinical Journal of The American Society of Nephrology, Jumat (31/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, peserta yang patuh dan mengikuti aturan diet Mediterania dengan tepat mampu menurunkan risiko penyakit ginjal sebesar 50% dan penurunan fungsi ginjal sebanyak 42%.
"Tidak perlu konsumsi obat ajaib, hanya diperlukan kewaspadaan dan disiplin dengan diet dan olahraga teratur untuk bisa menjaga kondisi tubuh tetap sehat," pesan Dr Brigham and Women’s Hospital.
Awalnya diet Mediterania adalah kebiasaan atau pola makan dari orang Yunani dan Italia. Setelah itu pola makan ini menyebar hingga ke Prancis, Spanyol dan Portugal, hingga pada akhirnya pola makan ini menjadi sebuah pola diet baru yang diikuti oleh banyak orang.
Diet Mediterania bisa diartikan sebagai pola makan dengan memprioritaskan asupan yang berasal dari tanaman seperti sayuran, buah-buahan, gandum utuh, kacang, minyak zaitun, serta tambahan yoghurt, ikan dan telur. Sebagian besar sumber makanan diet Mediterania harus segar dan diproses seminimal mungkin.
(ajg/vit)











































