Jika Anda sedang ingin menurunkan berat badan, beberapa pilihan asupan yang dirangkum dari berbagai kisah Diet Experience ini bisa Anda pertimbangkan, seperti ditulis pada Selasa (23/12/2014):
1. Kayu manis dan madu
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Berikut adalah resepnya:
Kayu manis 1/2 sendok teh diseduh dengan air panas 1/2 gelas kecil. Setelah agak hangat campurkan madu 1 sendok makan. Sebaiknya diminum pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur.
Penggunaan madu untuk membantu proses penurunan berat badan juga mulai dikenal dengan istilah 'diet madu'. Sang pencipta diet ini, Mike McInnes, menyebutkan bahwa untuk menerapkan diet ini cukup mengganti asupan gula pasir dengan madu sepanjang hari. Tambahannya, Anda juga diharuskan untuk mengonsumsi tiga sendok makan madu yang dicampur dengan segelas air hangat pada malam sebelum tidur.
Jangan lupa, Anda juga harus mengombinasikan pola makan tersebut dengan tetap melakukan aktivitas fisik, mulai dari tingkat ringan sampai sedang secara rutin. Dikutip dari berbagai sumber, konsisten melakukan perubahan ini membuat otak beradaptasi dan tubuh menjadi terbiasa untuk tidak mengonsumsi banyak makanan manis dari gula.
2. Sayur bening
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Jadi sayur itu kalau buat sahur jangan dibikin lalap, rebusan, kukusan, tumis atau oseng. Dibuatnya itu misalnya sayur bayam, katuk atau sop. Air dari kuah ini kalau dihabiskan bisa bertahan lebih lama sebelum dikeluarkan menjadi urine, dibandingkan air putih biasa," ujar Rita kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Rajin mengonsumsi sayur bening juga menjadi salah satu kunci penurunan berat badan yang dilakukan oleh Ilham Priyogi. Ia mengaku berhasil menurunkan berat badan sebanyak 14 kg dengan mengombinasikan kebiasaan makan ini plus rajin latihan sirkuit training sebanyak 4 kali dalam sepekan.
3. Oatmeal
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Manfaat sehat dari oatmeal ini dirasakan pula oleh salah satu pembaca detikHealth, Katharina Dwi Krissandra (18), untuk menurunkan berat badan.
"Setiap pagi saya membuat sarapan dengan oatmeal yang dicampur dengan susu dan minum satu gelas teh hijau. Untuk makan siang dan malam hari, saya gabung menjadi satu kali makan dengan menu nasi putih sebanyak lima sendok makan dan juga lauk pauk apapun," ungkapnya.
4. Nasi merah
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Untuk itu dr Herry menyarankan sebaiknya konsumsi karbohidrat dalam bentuk karbohidrat kompleks. Sumbernya bisa berasal dari nasi merah atau nasi gandum. Mengenyangkan namun tidak membuat tubuh terasa lemas.
"Gunakan karbohidrat kompleks seperti nasi gandum dan nasi merah. Fungsinya karbohidrat kompleks itu tidak merangsang indeks glikemik, tidak menyebabkan gula darah tinggi," urainya.
5. Roti gandum
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Untuk bisa menjaga sistem pencernaan tetap optimal, Anda perlu mengonsumsi cukup serat dari berbagai sumber," ungkap pakar gizi dari University of Illinois, AS, Hannah Holscher, seperti dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition.
Sumber serat yang dimaksud umumnya terkandung dalam makanan seperti sereal, gandum, buah-buahan, sayuran serta kacang-kacangan. Untuk mendapatkan lebih banyak serat, Anda dapat menukar asupan roti putih dengan roti gandum.
Roti gandum juga telah menjadi 'teman diet' bagi Fedri Setiawan (19). Pria asal Jakarta ini mengaku berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 14 kg dengan memanfaatkan roti gandum sebagai pengganti nasi dan camilan saat lapar.
6. Teh hijau
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Cara ini dimanfaatkan pula oleh Nadhita Vania (22). Gadis kelahiran 12 Januari 1992 ini menceritakan bahwa ia rajin minum teh hijau dengan sedikit tetesan air lemon sehari dua kali, yaitu saat menjelang siang dan sore. Dikombinasikan dengan olahraga dan mengubah pola makan sehat, bobotnya berhasil turun sebanyak 27 kg.
Halaman 2 dari 7










































