Studi ini mengungkapkan bahwa orang yang ekstrovert atau supel, orang-orang mudah stres dan mereka yang tak teratur berada pada risiko terbesar dari makan berlebihan dan memiliki tubuh yang gemuk.
Sementara itu, peneliti juga mengklaim bahwa orang-orang yang terbuka untuk pengalaman baru serta lebih teliti memiliki sedikit peluang untuk makan makanan secara berlebihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membuktikan hal ini, Switzerland's Federal Institute of Technology mengumpulkan 1.000 tanggapan terhadap tiga kuesioner tentang kebiasaan makan, pilihan makanan, dan kepribadian. Untuk kuesioner tentang kepribadian, isi pertanyaan dirancang untuk mengidentifikasi lima dimensi dasar terkait kepribadian seseorang.
"Kami menemukan bahwa kepribadian seseorang pada kenyataannya menentukan mengapa ia makan dan apa yang dimakan," kata penulis studi ini, Carmen Keller, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/3/2015).
Menurut Keller, kepribadian tertentu secara tak disadari kerap menyebabkan orang makan secara berlebihan dan kehilangan kontrol diri dalam menghadapi 'godaan' makanan, baik dari aroma maupun rasa makanan.
Untuk orang-orang yang mudah gugup dan cemas, Keller menambahkan kemungkinan mereka makan terlalu banyak makanan tinggi kalori sebagai langkah untuk menangani emosi negatif mereka. Sementara mereka yang ekstrovert makan lebih banyak makanan berlemak karena mereka cenderung 'terbawa' cara orang-orang di sekitarnya makan.
Baca juga: Wah, Studi Ungkap Kebiasaan Menonton Acara Masak di TV Bisa Bikin Gemuk
(ajg/vta)











































