Ya, diet yang diberi nama diet MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay) ini dikembangkan oleh ahli epidemiologi nutrisi dari Rush University Medical Center di Chicago, Martha Clare Morris dan rekan-rekannya. Manfaat dari pola makan ini bahkan telah dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer & Dementia: The Journal of of the Alzheimer's Association.
"Salah satu hal yang lebih menarik tentang diet ini adalah bahwa mereka yang kemudian menerapkannya mengalami penurunan risiko untuk Alzheimer," kata Morris, seperti dikutip dari Health Me Up, Jumat (27/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diet ini terdiri dari 15 komponen diet yakni 10 kelompok makanan sehat dan 5 kelompok makanan yang tidak sehat. Sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, buah, biji-bijian, ikan, daging unggas, minyak zaitun digolongkan sebagai makanan sehat, sedangkan daging merah, mentega dan margarin, keju, kue-kue dan permen, gorengan atau makanan cepat saji adalah kelompok makanan yang harus dibatasi.
Menurut penelitian, saat mengikuti diet MIND, seseorang harus membatasi asupan makanan yang tidak sehat seperti mentega (misalnya kurang dari satu sendok makan per hari), keju, gorengan, dan makanan cepat saji (masing-masing kurang dari satu porsi seminggu). Pola makan seperti ini diyakini secara signifikan menurunkan risiko pengembangan penyakit Alzheimer.
Para peneliti menemukan bahwa diet MIND mengurangi risiko penyakit Alzheimer sebanyak 53 persen pada mereka yang menerapkannya, seperti dikutip dari Science Daily.
Baca juga: Ini Pilihan Asupan yang Bisa Dikonsumsi Saat Raw Diet
(ajg/up)











































