Jenis Gula yang Dikonsumsi Turut Pengaruhi Keinginan Makan Seseorang

Jenis Gula yang Dikonsumsi Turut Pengaruhi Keinginan Makan Seseorang

- detikHealth
Kamis, 07 Mei 2015 07:20 WIB
Jenis Gula yang Dikonsumsi Turut Pengaruhi Keinginan Makan Seseorang
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Berbagai jenis gula seperti glukosa atau fruktosa ternyata tak hanya berkontribusi pada makin menggemuknya seseorang karena kalori yang dikandungnya cukup tinggi. Sebab, jenis gula juga berkaitan dengan berapa banyak makanan yang ingin dikonsumsi oleh seseorang.

Menurut studi terbaru dari University of Southern California, jenis gula dalam minuman dapat memengaruhi berapa banyak makanan yang ingin dikonsumsi seseorang. Para peneliti menemukan fakta bahwa keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi ialah saat seseorang mengonsumsi minuman yang mengandung fruktosa dibandingan dengan glukosa.

Dalam studi tersebut, 24 orang diberi minuman manis dengan takaran 75 gram fruktosa pada satu hari, dan jumlah glukosa yang sama di hari lainnya. Para peneliti juga menunjukkan gambar makanan berkalori tinggi misalnya permen, kue, pizza dan burger. Kemudian, peneliti meminta peserta untuk menilai seberapa keinginan lmereka untuk makan makanan tersebut. Setelah mengonsumsi fruktosa, peserta mengaku merasa lapar dan ingin mencomot makanan yang sudah digambarkan. Keinginan itu pun lebih besar ketimbang saat mereka mengonsumsi glukosa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Fruktosa dan glukosa memiliki efek yang berbeda pada peserta. Kemungkinan efek ini berasal dari interaksi gula dengan hormon yang mengontrol tubuh. Tidak seperti glukosa, fruktosa gagal untuk merangsang hormon seperti insulin yang menyediakan sinyal kenyang ke otak. Jadi setelah mengonsumsi fruktosa, otak kemugnkina tidak menerima sinyal yang memicu perasaan kenyang," ucap salah satu peneliti, Dr Kathleen A Page, dikutip dari Reuters, Kamis (7/5/2015)

Baca juga : Agar Tak 'Tergoda' Beli Makanan Tak Sehat, Coba Makan Apel Sebelum Belanja

Sejalan dengan penelitian sebelumnya, para peneliti menemukan bahwa kadar insulin dalam darah peserta secara signifikan lebih rendah setelah mereka mengonsumsi fruktosa daripada glukosa. Perbedaan tingkat insulin dapat membantu menjelaskan respons yang berbeda setelah mengonsumsi dua jenis gula. Dengan menggunakan MRI, ketika menanggapi gambar makanan berkalori tinggi, peserta menunjukkan aktivitas yang lebih besar pada otak setelah mengonsumsi fruktosa dibandingan dengan glukosa.

Page mengatakan fruktosa dan glukosa memiliki jumlah kalori yang sama dan keduanya hadir dalam gula. Meski begitu, baik glukosa ataupun fruktosa memiliki efek metabolisme yang berbeda. Glukosa digunakan untuk menghasilkan energi bagi tubuh termasuk otak dan juga gula yang beredar dalam darah. Sebaliknya, fruktosa diserap oleh hati dan tidak selalu beredar dalam darah

Dalam studi tersebut, para peneliti juga meminta para peserta untuk memilih satu dari dua imbalan atas partisipasi mereka dalam mengikuti penelitian. Mereka dapat memilih voucher makanan lezat atau menerima uang tunai. Dan ternyata, para peserta lebih cenderung memilih makanan setelah penelitian fruktosa ini.

Baca juga : Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Bikin Wanita Cepat Tua

(rdn/up)

Berita Terkait