Terinspirasi dari fenomena 'foodporn' di Instagram, kini Google membuat sebuah aplikasi yang bisa menghitung kalori dalam foto di sosial media. Pada pertemuan Re-Work Deep Learning Summit pekan lalu bersama Kevin Murphy dan rekan-rekannya, 200 peserta dan 50 pembicara berkumpul untuk menampilkan dan melihat kemajuan dalam kecerdasan teknologi dan bagaimana menerapkan hal ini ke dalam kehidupan bermasyarakat.
Proyek yang diberi nama Im2Calories diharapkan bisa menjadi alat pendeteksi pertama yang bisa menganalisis informasi kalori pada makanan Anda.
Teknologi yang disebut dengan 'marries visual analysis' dalam hal ini bermanfaat menentukan setiap piksel dalam sebuah gambar. Sayangnya, algoritme untuk Im2Calories hanya bekerja pada foto berkualitas rendah seperti postingan instagram karena resolusinya bisa mudah dieteksi. Namun tim Google AL (Google Artificial Intelligence) berencana mengembangkan aplikasi agar bisa digunakan ke semua jenis foto.
Baca juga : Jelang Mastektomi, Penyiar Radio Bikin Pesta 'Selamat Tinggal Payudara'
"Aplikasi ini masih dalam tahap awal. Jika banyak orang mulai menggunakannya maka kami akan terus memperbaiki aplikasi ini agar lebih baik dari waktu ke waktu. Saya dan tim telah mengajukan hak paten lalu membuat alogartima pada aplikasi lebih peka. Hal ini dilakukan agar tidak ada perusaan lain bisa menyaingi," ucap Murphy, dikutip dari Popular Science, Jumat (5/6/2015)
Baginya, jelas bahwa orang-orang tentu ingin memiliki sebuah aplikasi yang berguna. Karena kebutuhan rasa ingin tahu seputar kesehatan sedang digandrungi oleh masyarakat. Menghitung kalori dianggap menjadi salah satu cara mudah untuk melacak dan menerapkan serta mensukseskan program penurunan berat badan.
"Saya menginginkan analisis yang tidak biasa. Menghitung, melihat dan memprediksi agar data bisa berguna bagi masyarakat dan tidak ada lagi obesitas di dunia ini," pungkas Murphy.
Baca juga : Hii, Kaki Membusuk Akibat Gigitan Ular Beracun
(rdn/up)











































