Kamis, 11 Jun 2015 14:30 WIB

Studi Ungkap Rajin Minum Jus Tomat Bantu Ringankan Gejala Menopause

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Bagi para wanita yang akan memasuki usia menopause, tak ada salahnya mulai rajin meminum jus tomat atau olahan tomat. Sebuah studi mengungkapkan kebiasan ini turut membantu meringankan gejala menopause.

Ya, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Tokyo Medical University menemukan bahwa meminum dua gelas jus tomat segar, atau sekitar 400 ml jus dalam sehari, dapat membantu meringankan gejala menopause. Beberapa gejala tersebut di antaranya mengontrol kolesterol tetap terjaga dan mengurangi kecemasan.

Namun para peneliti menambahkan bahwa efek ini mungkin baru akan mulai terlihat setelah wanita mengonsumsi jus selama rata-rata 8 pekan.

Studi ini dilakukan terhadap 93 wanita selama rentang waktu tersebut. Setelah rutin mengonsumsi jus tomat, detak jantung dan penanda gejala lainnya pun diperiksa.

Seperti dituliskan dalam Journal Nutrition dan dikutip pada Kamis (11/6/2015), pada akhir penelitian, gejala menopause seperti kecemasan, keringat berlebih dan perubahan mood menurun hampir setengahnya. Selain itu, jumlah kalori yang dibakar pun meningkat dan kadar lemak darah mereka turun.

Baca juga: Wanita Tak Rasakan Gejala Menopause yang Sama, Ini Penyebab Terselubungnya

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bahan kimia dalam jus tomat, seperti asam gamma-aminobutyric, memiliki fungsi kerja yang memang serupa dengan hormon estrogen.

Sementara itu menurut penulis buku Diet Secrets Uncovered, Fiona Kirk, pola makan yang tepat juga dapat membantu mengatasi perubahan hormonal dalam tubuh wanita. "Dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat, keseimbangan kondisi tubuh bisa didapat dan mengurangi stres," tuturnya, seperti dikutip dari Mirror.

Dalam bukunya, Kirk merekomendasikan dua strategi diet. Pilihan pertama adalah makan besar 2-3 kali sehari tanpa camilan, atau makan 5-6 kali termasuk camilan. Tak perlu dipaksakan, yang penting pilihan pola makan Anda sesuai dengan gaya hidup dan kondisi tubuh.

"Yang perlu diingat, lemak sangat penting, sementara gula dan manis-manisan tidak terlalu penting. Kesehatan hormonal wanita sangat bergantung pada konsumsi lemak omega 3 dari minyak ikan, biji-bijian dan kacang-kacangan, tapi juga lemak tak jenuh tunggal dari minyak zaitun, mentega dan alpukat, serta lemak jenuh yang sehat dari daging hewan pemakan rumput dan produk susu," imbuh Kirk.

Baca juga: Studi: Pipi Memerah Tandanya Wanita Sedang Dalam Masa Subur


(ajg/vit)