Oleh sebab itu, menurunkan berat badan hingga mencapai angka ideal serta mengontrolnya agar tetap stabil diyakini bisa membantu menurunkan risiko kanker mematikan tersebut, seperti telah dipublikasikan dalam Journal of Cancer Research.
Peneliti dari University of Miami dan University of Granada menemukan bahwa lemak yang mengelilingi tumor atau disebut juga lemak peritumoral, sangat mungkin untuk melebar dan menyatu dengan sel induk kanker. Sel ini sendiri berkaitan langsung dengan pertumbuhan tumor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Studi: Sering-sering Timbang Berat Badan Bikin Cepat Langsing
"Ini perkiraan kami, penelitian lebih lanjut masih sangat perlu dilakukan. Tapi kami kira memiliki berat badan ideal benar-benar bisa memengaruhi status kesehatan seseorang," tutur Prof Juan Antonio Marchal Corrales, dari University of Granada, yang terlibat langsung dalam studi ini, sepeti dikutip dari Daily Mail, Jumat (11/3/2016).
Memiliki berat badan normal juga disampaikan oleh ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), dr Dharmeizar, SpPD-KGH, berperan besar terhadap penurunan komplikasi pada ginjal, jantung dan penyakit stroke.
"Maka dari itu, usahakan berat badan senormal mungkin. Ini supaya risiko obesitas bisa diturunkan dan mencegah penyakit, termasuk penyakit ginjal kronik," pesan dr Dharmeizar.
Baca juga: Menggemaskan Sih, Tapi Anak Gemuk Lebih Berisiko Terkena Penyakit
(ajg/vit)











































