Ahli diet dan ahli kesehatan sama-sama telah mendukung generasi rendah dalam artian mengasup makanan rendah kalori dan rendah lemak sebagai cara jitu untuk menurunkan berat badan. Tetapi, bagaimana dengan sipan karbohidrat, apakah benar-benar harus dihilangkan saat berdiet?
Aisling Pigott, ahli diet dari Diatetic British Association mengungkapkan karbohidrat tepung justru memiliki serat yang tinggi dan rendah lemak. Ia mengatakan, karbohidrat tepung seperti kentang, nasi, pasta, sereal, dan roti sebenarnya rendah kalori dan mengandung vitamin yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, orang yang cepat kehilangan berat badan karena mengurangi karbohidrat sebenarnya kehilangan air di dalam tubuhnya. Hal itu tidak benar-benar memberikan perubahan pada fisik atau penyesuaian komposisi tubuh," ungkap Pigott, dikutip dari Express.
Baca Juga: Benarkah Makan Malam Bikin Gemuk?
Sementara itu, diketahui bahwa karbohidrat tepung adalah sumber energi penting untuk tubuh yang kemudian digunakan untuk otot dasar, tubuh, dan fungsi otak. Manfaat tersebut membuat karbohidrat dapat membantu mengatur nafsu makan dan menjadi bagian dari diet seimbang yang sudah diatur oleh tubuh.
Walaupun memiliki banyak manfaat, Pigott mengingatkan bahwa mengonsumsi karbohidrat dengan jumlah banyak tetap akan menyebabkan kenaikan berat badan seperti mengonsumsi kelompok makanan lainnya.
"Mengonsumsi lebih banyak karbo daripada yang dibutuhkan membuat timbangan Anda naik. Namun, mengurangi asupan itu sepenuhnya akan membuat Anda makan lebih banyak dan sering. Jadi, kalau Anda mau diet lebih baik konsumsi porsi kecil dari karbohidrat tepung saat makan, bersama 2-3 porsi produk susu, 2 porsi daging merah dan 1-2 porsi ikan," jelas Pigott.
Sementara itu, ahli kesehatan juga telah menekankan manfaat dari diet tinggi protein. Sebab, dengan mengonsumsi protein akan membuat tubuh lebih cepat kenyang.
Baca Juga: Studi Ini Sebut Bir Punya Kandungan Rahasia Penurun Berat Badan
(rdn/vit)











































