Setidaknya inilah yang ditemukan peneliti dari Linus Pauling Institute, Oregon State University. Mereka berhasil menemukan sebuah senyawa yang diklaim dapat menurunkan berat badan, namanya xanthohumol.
Xanthohumol sebenarnya merupakan flavonoid alami yang terkandung dalam daun hops, komponen utama dari minuman bir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di akhir studi, semua tikus mengalami kenaikan berat badan. Tetapi hanya yang diberi xanthohumol yang mengalami lebih sedikit kenaikan, yaitu kurang dari 22 persen.
Bahkan pada tikus yang diberi xanthohumol dengan level tertinggi, terjadi penurunan low-density lipoprotein sebesar 80 persen. Insulinnya juga berkurang 42 persen.
Dengan kata lain, xanthohumol berpotensi menurunkan risiko sindrom metabolik, yaitu sekumpulan kondisi yang dapat memicu penyakit jantung dan gangguan kesehatan lain, di antaranya obesitas, kolesterol tinggi dan kenaikan gula darah.
Baca juga: Untuk Kesuburan Pria, Bir Terbukti Lebih Baik dari Kopi
"Ini untuk pertama kalinya kami melihat ada senyawa yang berpotensi sebesar ini. Perubahannya pun dramatis," kata Miranda seperti dilaporkan Telegraph.
Kendati demikian, Miranda mewanti-wanti jika temuannya belum tentu bisa diaplikasikan pada manusia. Sebab sebagian tikus mendapat suplemen xanthohumol sebanyak 60 mg untuk tiap kilogram berat badannya setiap hari. Ini setara dengan 3.500 gelas bir yang diminum setiap hari. Tentu tidak masuk akal, bukan?
Pengasuh konsultasi gizi detikHealth, Leona Victoria Djajadi, MND menjelaskan untuk bisa menurunkan berat badan, seseorang tak perlu mengurangi asupan karbohidratnya, tetapi justru harus menyeimbangkan antara karbohidrat, protein dan lemaknya.
Selain itu, memperbanyak buah dan sayur, serta kacang-kacangan juga baik untuk dilakukan. Untuk olahraga, diet pemula dianjurkan melakukan aerobik, sebab aerobik dapat meluruhkan lemak di tubuh secara menyeluruh.
"Jika Anda sedang menjalani weight loss diet, anjuran untuk para pemula ialah berolahraga selama 150 menit per minggu atau 30 menit per hari selama 5 hari dalam seminggu. Lalu ditambah lagi sesuai kemampuan," ujarnya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Apakah Makanan dan Minuman Fermentasi Selalu Baik untuk Usus
(lll/vit)











































