Brian Wansink, penulis buku Mindless Eating: Why We Eat More Than We Think, mengatakan makan terlalu banyak bisa jadi merupakan kebiasaan yang dilakukan seseorang tanpa disadari. Saking terbiasanya, orang bisa tidak sadar bahwa mereka makan melampui kebutuhan dan berakibat pada kenaikan berat badan.
"Kebiasaan sangat otomatis. Kita akan menyesuaikan lingkungan dengan kebutuhan kita, padahal kebutuhan kita untuk makan lebih banyak sangat tidak sehat," tutur Wansink, dikutip dari CNN, Jumat (3/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengubahnya, ada dua hal yang bisa dilakukan seseorang. Pertama, tentu saja dengan mengubah lingkungan di sekitar Anda. Wansink mengatakan perubahan pertama bisa dilakukan di dapur.
Penelitian yang dilakukan Wansink menyebut orang yang memiliki dapur berantakan mengonsumsi 40 persen camilan lebih banyak daripada orang dengan dapur teratur. Oleh karena itu, membersihkan dan merapikan dapur, termasuk menyortir isinya, merupakan langkah pertama yang harus diambil.
"Lebih mudah menghabiskan waktu 5 menit untuk membersihkan dapur daripada harus menahan diri 24 jam untuk tak mengonsumsi camilan," tutup Wansink.
Kedua, sediakan camilan sehat dalam jangkauan Anda. Salah satu caranya adalah menyediakan keranjang berisi buah-buahan di dekat meja kerja atau di ruang tamu rumah Anda.
Dengan begitu, Anda dapat mengonsumsi buah jika merasa lapar. Buah merupakan camilan sehat karena mengandung banyak serat, vitamin hingga mineral.
"Menaruh keranjang buah di tempat Anda biasa berjalan atau duduk bisa membuat Anda memakan 70 persen lebih banyak buah dari biasanya. Ini tentunya hal yang baik," tandasnya.
Baca juga: Si Kecil Malas Makan Buah dan Sayur? Yuk Simak Tips dari Bu Dokter
(mrs/vit)











































