Meskipun berat badan bisa turun, namun pakar gizi menyebutkan cara ini tidak sehat dan justru membahayakan sistem metabolisme tubuh. Mengurangi kalori yang dikonsumsi dalam jumlah besar juga bisa membuat berat badan jadi lebih mudah naik.
"Secara metabolisme, hal tersebut bukanlah praktik yang sehat. Tubuh kita tidak seperti mobil yang yang hanya harus diisi bensin sekali lalu bisa bekerja selama bensinnya masih ada. Tubuh kita bekerja setiap saat, bahkan saat kita tidur," tutur Leona Victoria Djajadi, MND, kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, setiap saat bisa dikatakan tubuh perlu menjaga level gula darahnya agar tetap stabil, yang biasanya didapat dengan asupan karbohidrat yang teratur.
Ketika seseorang melakukan defisit kalori yang cukup ekstrem, hingga 1.000 kalori misalnya, tubuh akan menjadi lebih cepat mengirimkan sinyal lapar. "Tujuannya cukup jelas, yaitu supaya Anda makan dan menghindarkan tubuh dari bahaya kelaparan," imbuh Victoria.
Jika yang dilakukan jusrtu makan satu kali sehari, maka pada sepanjang hari Anda justru akan terus-menerus merasa kelaparan. Ini bisa menghambat proses penurunan berat badan, karena Anda justru akan makan lebih banyak.
Menurut Victoria, lebih baik Anda membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil. Misalnya dari dua porsi menjadi 3-4 porsi. Dengan begitu, Anda bisa makan empat kali dengan jumlah kalori yang sama.
Baca juga: Jangan Salah, Ini Ciri-ciri Lapar Sungguhan dan Lapar 'Bohongan'
Simak juga tips memangkas kalori dari Leona, dalam video berikut ini:
Bagaimana dengan pembaca sekalian? Tuliskan pengalaman diet di kolom komentar ya! (ajg/up)











































