Efek Buruk Tak Terduga dari Diet Yoyo: Konstipasi Hingga Bau Mulut

Efek Buruk Tak Terduga dari Diet Yoyo: Konstipasi Hingga Bau Mulut

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 02 Nov 2016 17:30 WIB
Efek Buruk Tak Terduga dari Diet Yoyo: Konstipasi Hingga Bau Mulut
Foto: thinkstock
Jakarta - Sindrom diet yoyo yang muncul akibat program penurunan berat badan asal-asalan tak cuma berefek pada angka timbangan saja. Studi ungkap diet yoyo juga berefek buruk bagi kesehatan tubuh.

Sindrom ini dikatakan oleh nutrisionis Jansen Ongko sering dialami oleh mereka yang gemar menjalani diet ekstrem, alias memangkas porsi makan secara drastis demi mendapatkan tubuh langsing secara cepat.

"Bila Anda pernah melakukan diet ekstrem secara berulang, makan berhati-hatilah karena bisa jadi tanpa disadari sudah terjebak dalam sindrom ini. Semakin lama mengalami sindrom yoyo, maka semakin sulit Anda menurunkan berat badan," imbuh nutrisionis lulusan California State University, Los Angeles ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain efek tersebut, nutrisionis Karen Ansel dan Jessica Cording juga menjelaskan kepada Daily Mail bahwa salah satu efek lain dari sindrom diet yoyo yang terus terjadi yakni konstipasi.

Baca juga: Agar Bobot Tak Naik Turun, Terapkan 5 Tahapan Diet Sehat Ala Pakar Berikut

"Konstipasi muncul akibat melambatnya metabolisme. Saat makanan yang diasup mendadak sedikit, metabolisme tubuh melambat dan kurang efisien mencerna. Kondisi ini bisa berlanjut bahkan ketika pola makan kembali normal. Kondisi ini kemudian berujung pada sembelit," tutur Ansel.

Bau mulut juga menjadi salah satu efek dari sindrom diet yoyo. Dalam menjalani diet asal-asalan, orang biasanya cenderung mengurangi secara drastis pilihan makanan dan porsinya, meski berat badan kemudian turun, namun faktanya tubuh sedang dipaksa untuk memecah lemak lain guna membakar kalori.

Nah, proses ini menghasilkan zat kimia yang disebut keton, yang kemudian membuat bau mulut menjadi tak sedap.

Seperti dikatakan oleh Jansen sebelumnya, semakin lama mengalami sindrom yoyo, Anda juga menjadi semakin sulit menurunkan berat badan di kemudian hari. Alasannya, selama diet ekstrem dilakukan, terjadi gangguan pada hormon dan tubuh akibat kehilangan banyak otot.

"Padahal apapun jenis kelamin dan berapapun usia seseorang, otot sangat dibutuhkan oleh tubuh karena berhubungan erat dengan tingkat metabolisme," paparnya.

Baca juga: Ingin Punya Tubuh Ramping? Gampang, Bikin Pasangan Selalu Senang

(ajg/vit)

Berita Terkait