Diketahui bahwa diet yoyo dapat membuat penurunan berat badan selanjutnya menjadi lebih sulit dilakukan. Namun di balik itu, ada juga efek buruk diet yoyo terhadap bagian tubuh lainnya, yakni tulang, rambut dan kulit.
Menurut pakar kesehatan kulit Dr Nick Lowe, frekuensi diet yoyo dapat memengaruhi elastisitas kulit. Kondisi ini, terutama pada wanita, dapat membuatnya menjadi rentan terhadap masalah kulit kendur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diet asal-asalan juga memengaruhi kesehatan kulit, biasanya kulit menjadi kekurangan produksi kolagen," ujar Lowe.
Sementara itu, diet yoyo juga memberikan efek negatif terhadap tulang. Salah satunya adalah memengaruhi kepadatan tulang. Sebuah studi di Amerika Serikat baru-baru ini menemukan bahwa wanita yang berat badannya sering berubah-ubah secara cepat cenderung memiliki masalah dengan resorpsi tulangnya.
Bagi rambut, pakar kesehatan rambut Anabel Kingsley mengatakan bahwa diet yoyo merupakan penyebab umum dari rusaknya rambut dan rambut rontok.
"Jangan salah, diet alias pola makan seseorang sangat memengaruhi kesehatan rambutnya. Nah, diet yoyo bisa membuat rambut menjadi stres. Kurangnya asupan kalori membuat folikel rambut menjadi terganggu," imbuh Kingsley, seperti dikutip dari Daily Mail.
Baca juga: Mau Langsing? Cemil-cemil Ubi Jalar, Semangka dan Pisang Bisa Jadi Triknya (ajg/vit)











































