Studi Ungkap Daun Peterseli dan Seledri Bisa Jadi Kunci Cegah 'Diet Yoyo'

Studi Ungkap Daun Peterseli dan Seledri Bisa Jadi Kunci Cegah 'Diet Yoyo'

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 28 Nov 2016 17:00 WIB
Studi Ungkap Daun Peterseli dan Seledri Bisa Jadi Kunci Cegah Diet Yoyo
Foto: Getty Images
Jakarta - Berat badan mudah naik kembali setelah berhasil turun? Hati-hati, efek 'diet yoyo' ini bisa merusak kesehatan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mencegahnya.

Peneliti dari Weizmann Institute of Science, Israel, menyebutkan bahwa efek diet yoyo ini muncul salah satunya adalah karena bakteri dalam usus. Sementara tubuh mengalami penurunan berat badan, mikroba yang hidup dalam sistem pencernaan tetap ada.

Ketika kita mengonsumsi makanan berlemak, mikroba-mikroba ini tumbuh subur sehingga memengaruhi peningkatan berat badan yang menjadi lebih cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti percaya bahwa bakteri usus yang bersifat 'buruk' ini bisa menyebabkan berat badan berfluktuasi dengan merusak senyawa alami yang ditemukan dalam makanan. Nah, efek ini bisa dibalik dengan mengonsumsi asupan yang tinggi flavonoid.

Asupan alami yang ada di dalam buah dan sayuran ini disebut-sebut peneliti dapat mendorong sel-sel tubuh untuk membakar lemak, daripada menyimpannya. Meskipun penelitian ini dilakukan pada objek tikus, namun mereka meyakini mekanisme yang sama dapat bekerja pada manusia.

Baca juga: Tak Cuma Berefek pada Perut, Diet Yoyo Juga Merusak Tulang dan Rambut

Salah satu senyawa flavonoid, apigenin, dimiliki oleh peterseli, seledri, dan teh chamomile. Sementara itu, senyawa flavonoid lainnya, naringenin, ada di jeruk, tomat dan mint.

"Studi ini dilakukan pada beberapa ekor tikus, yang memperlihatkan efek positif dari pemberian flavonoid. Studi berikutnya bisa dilakukan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti efeknya terhadap manusia," ujar salah satu peneliti yang terlibat, Eran Segal.

Diet yoyo tak cuma berefek pada berat badan yang kembali naik dan masalah kepercayaan diri, tapi juga terhadap berbagai masalah kesehatan lainnya. "Bila Anda pernah melakukan diet ekstrem secara berulang, makan berhati-hatilah karena bisa jadi tanpa disadari sudah terjebak dalam sindrom ini. Semakin lama mengalami sindrom yoyo, maka semakin sulit Anda menurunkan berat badan," imbuh nutrisionis Jansen Ongko kepada detikHealth.

Selain efek tersebut, nutrisionis Karen Ansel dan Jessica Cording juga menjelaskan kepada Daily Mail bahwa salah satu efek lain dari sindrom diet yoyo yang terus terjadi yakni konstipasi.

"Konstipasi muncul akibat melambatnya metabolisme. Saat makanan yang diasup mendadak sedikit, metabolisme tubuh melambat dan kurang efisien mencerna. Kondisi ini bisa berlanjut bahkan ketika pola makan kembali normal. Kondisi ini kemudian berujung pada sembelit," tutur Ansel. (ajg/vit)

Berita Terkait