Selasa, 03 Jan 2017 16:35 WIB

'Diet Detoks' untuk Awali Program Diet Tahun 2017, Aman atau Tidak?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Setelah pesta pergantian tahun baru, diet detoks pun dianggap penting dilakukan untuk 'membersihkan' tubuh dan memulai program diet di tahun yang baru.

Menurut nutrisionis yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat, Cassandra Forsythe, PhD, RD, meski pola tersebut tampak ideal untuk menyehatkan tubuh, namun nyatanya tidak demikian.

Faktanya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk proses detoksifikasi alias pembuangan zat sisa. Jika Anda menerapkan pola makan yang salah, dalam hal ini misalnya dengan hanya mengonsumsi buah atau sayur saja, Anda justru memperberat kerja tubuh.

Baca juga: Ingin Turunkan Berat Badan? 4 Trik Ini Bisa Bantu Anda Tak Mudah Lapar

"Tubuh sudah memiliki sistem detoksifikasi sendiri melalui organ hati, ginjal, dan usus besar. Belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa diet detoks memberi dampak untuk mengurangi gula, lemak, dan asupan kalori," tutur Forsythe.

Ia menambahkan, kebanyakan diet detoks membuat seseorang justru kekurangan asupan protein. Ya, meskipun diet ini membuat tubuh terasa 'ringan', namun seringnya yang terjadi Anda justru kekurangan protein, terlebih di bagian otot.

"Jadi ketika Anda mengalami penurunan berat badan, faktanya Anda mungkin juga tengah mengalami penurunan massa otot," imbuhnya.

Dalam jangka panjang, diet detoks jika dilakukan secara keliru dan berlebihan juga berpotensi membuat Anda kekurangan nutrisi penting lainnya. Oleh sebab itu, Forsythe lebih menganjurkan Anda untuk memulai diet di tahun baru dengan memilih menu sehat seimbang, bukan detoksifikasi melalui satu asupan saja.

"Konsumsi protein, sayuran, dan biji-bijian. Yang tak kalah penting, kurangi asupan gula dan minumlah banyak air putih," pesan Forsythe.

Baca juga: Tetap Langsing Meski Hobi Ngemil dengan 4 Camilan Sehat Ini


(ajg/vit)