Jika Tak Paham, Jalani Diet Restrictive Bisa Bikin Kurang Nutrisi

Jika Tak Paham, Jalani Diet Restrictive Bisa Bikin Kurang Nutrisi

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 20 Jan 2017 12:44 WIB
Jika Tak Paham, Jalani Diet Restrictive Bisa Bikin Kurang Nutrisi
Foto: thinkstock
Jakarta - Ada banyak metode diet yang bisa dilakukan seseorang untuk berusaha memiliki berat badan tubuh ideal. Namun apapun metodenya para ahli mengatakan inti dari diet seharusnya tetap sama yaitu menjaga asupan makanan sehingga kebutuhan nutrisi tubuh tidak terpenuhi berlebih atau kurang.

Nah dari beragam metode yang ada, ada jenis diet yang disarankan ahli sebaiknya dijauhi yaitu diet restrictive. Konsultan nutrisi Jansen Ongko, Msc, RD, menjelaskan diet restrictive secara garis besar adalah diet yang mengharuskan seseorang untuk sama sekali menjauhi jenis makanan tertentu.

"Sekarang kan lagi tren purist nih, tidak mau makan makanan yang sudah di proses karena dianggap sudah jauh dari alam. Sebenarnya sih produk-produk makanan gitu bukan sudah pasti jelek contohnya seperti oatmeal atau susu bubuk tetap ada nilai gizinya," kata Jansen beberapa waktu lalu dan ditulis Jumat (20/1/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Purist ini biasanya mengarah ke diet vegetarian atau raw food. Padahal belum tentu lebih sehat juga karena kalau nggak benar mengolahnya malah bisa keracunan," lanjut Jansen.

Pola diet restrictive bila diikuti tanpa betul-betul memahaminya malah rentan membuat seseorang alami kekurangan zat nutrisi yang hanya bisa diperoleh dari makanan tertentu. Itulah kenapa Jansen mengatakan ia tidak pernah merekomendasikan diet restrictive.

Baca juga: Masih Dipercaya, Padahal 3 Trik Diet Turunkan Bobot Ini Cuma Mitos

Belum lagi godaan diet restrictive menurut Jansen cukup berat. Ketika sudah tergoda sekali mengonsumsi makanan yang dilarang maka bisa jadi dorongan makan dengan rakus atau binge eating.

"Makanya saya nggak pernah melarang klien saya makan apapun termasuk fast food. Dikendalikan saja 80 persen makanan sehat 20 persen lagi masih boleh fast food. Karena kalau benar-benar dilarang human nature itu semakin dikekang semakin berontak," ungkap Jansen.

"Saat kita merasa makan sesuatu yang enak sekali saja, ketika kita semakin sibuk dengan stres yang tinggi itu nanti pelariannya ke makanan," pungkasnya.

Baca juga: Diet Seperti Ini yang Bikin Tora Sudiro Punya Badan Kece

(fds/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads