5 Kebiasaan Sebelum 'Makan Besar' yang Bisa Bantu Turunkan Bobot

5 Kebiasaan Sebelum 'Makan Besar' yang Bisa Bantu Turunkan Bobot

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 27 Jan 2017 12:00 WIB
5 Kebiasaan Sebelum Makan Besar yang Bisa Bantu Turunkan Bobot
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Untuk membantu menurunkan berat badan, ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan. Termasuk sebelum Anda makan besar.

Seperti diungkapkan pakar diet Rebecca Lewis, seseorang bisa mengalami kenaikan berat badan jika ia mengonsumsi lebih dari 3.500 kalori per hari atau lebih dari jumlah asupan kalori harian orang tersebut.

"Tapi, ketika Anda kembali lagi ke porsi makan awal ditambah dengan adanya pengaturan sebelum makan besar, berat badan bisa terbantu untuk turun," kata Lewis kepada Women's Health.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, beberapa kebiasaan sebelum makan besar ini bisa Anda terapkan demi mendapatkan berat badan yang lebih ideal. Apa saja ya?

Baca juga: Rahasia Langsing Meski Hobi Ngemil: Cukup Segigit dan Tunggu 15 Menit

1. Jangan biarkan tubuh kelaparan

Foto: iStock
"Ketika Anda membiarkan sel tubuh kelaparan, maka metabolisme Anda lebih rendah. Nah, kelebihan kalori dalam makan besar Anda akan disimpan menjadi lemak," tutur pakar diet di New Jersey, Felicia Stoler.

Untuk itu, Stoler menyarankan untuk tidak menunda waktu makan sampai Anda merasa benar-benar lapar. Toh situasi itu terpaksa terjadi, maka konsumsilah makan besar dengan porsi seperti biasa. Untuk memperbaiki metabolisme saat merasa amat lapar, Anda bisa mengonsumsi yoghurt dan semangkuk kacang, demikian disampaikan Stoler.

2. Minum segelas air

Foto: iStock
Ahli gizi 'Explore Cuisine', Ilana Muhlstein, RD menuturkan perut bisa menampung sekitar satu liter makanan dan cairan. Nah, dengan mengonsumsi dua gelas air putih sebelum makan, itu akan membuat perut terasa lebih kenyang.

Dengan begitu, saat tiba waktu makan porsi makan besar yang dikonsumsi bisa lebih sedikit.

3. Gosok gigi

Foto: thinkstock
Menyeruput teh peppermint, mencium aroma minyak esensial peppermint, bahkan menggosok gigi bisa menjaga nafsu makan agar tak terlalu melonjak. Bahkan, beberapa studi menunjukkan aroma kuat dari peppermint bisa menjadi penekan nafsu makan alami.

"Sehingga, menyikat gigi dengan pasta gigi beraroma peppermint bisa jadi cara yang baik," kata ahli gizi di The Ohio State Wexner Medical Center, Liz Weinandy RDN.

Tapi, Weinandy menyarankan untuk tidak mengunyah permen karet meski dengan rasa peppermint. Sebab, permen karet bisa menstimulasi rasa lapar dengan mengeluarkan salivary amilase (enzim pencernaan di mulut yang menghancurkan karbohidrat).

4. Buat rencana

Foto: Thinkstock
Ini perlu dilakukan ketika Anda makan di sela-sela acara tertentu, misalnya pernikahan atau perayaan ulang tahun. Menurut ahli diet di New York, Emily Braaten, pilih saja di jenis makanan apa Anda akan meletakkan jatah 'ekstra kalori' yang diasup.

Misalnya Anda memilih dessert yang lebih manis, tapi kemudian sebelumnya Anda memilih appetizer dan main course dengan porsi seperti biasanya. Atau, kata Braaten, Anda bisa mengonsumsi sedikit lebih banyak makanan yang jarang ditemui.

5. Makan apel

Foto: Getty Images
Apel kaya akan serat. Nah, makan apel ukuran sedang 15 menit sebelum makan bisa mengurangi jumlah asupan kalori yang dikonsumsi, sampai 15 persen. Demikian disampaikan Libby Mills, RD, program manager MacDonald Center for Obesity Prevention and Education, Pennsylvania.

Baca juga: Agar Tak 'Tergoda' Beli Makanan Tak Sehat, Coba Makan Apel Sebelum Belanja

Halaman 2 dari 6
"Ketika Anda membiarkan sel tubuh kelaparan, maka metabolisme Anda lebih rendah. Nah, kelebihan kalori dalam makan besar Anda akan disimpan menjadi lemak," tutur pakar diet di New Jersey, Felicia Stoler.

Untuk itu, Stoler menyarankan untuk tidak menunda waktu makan sampai Anda merasa benar-benar lapar. Toh situasi itu terpaksa terjadi, maka konsumsilah makan besar dengan porsi seperti biasa. Untuk memperbaiki metabolisme saat merasa amat lapar, Anda bisa mengonsumsi yoghurt dan semangkuk kacang, demikian disampaikan Stoler.

Ahli gizi 'Explore Cuisine', Ilana Muhlstein, RD menuturkan perut bisa menampung sekitar satu liter makanan dan cairan. Nah, dengan mengonsumsi dua gelas air putih sebelum makan, itu akan membuat perut terasa lebih kenyang.

Dengan begitu, saat tiba waktu makan porsi makan besar yang dikonsumsi bisa lebih sedikit.

Menyeruput teh peppermint, mencium aroma minyak esensial peppermint, bahkan menggosok gigi bisa menjaga nafsu makan agar tak terlalu melonjak. Bahkan, beberapa studi menunjukkan aroma kuat dari peppermint bisa menjadi penekan nafsu makan alami.

"Sehingga, menyikat gigi dengan pasta gigi beraroma peppermint bisa jadi cara yang baik," kata ahli gizi di The Ohio State Wexner Medical Center, Liz Weinandy RDN.

Tapi, Weinandy menyarankan untuk tidak mengunyah permen karet meski dengan rasa peppermint. Sebab, permen karet bisa menstimulasi rasa lapar dengan mengeluarkan salivary amilase (enzim pencernaan di mulut yang menghancurkan karbohidrat).

Ini perlu dilakukan ketika Anda makan di sela-sela acara tertentu, misalnya pernikahan atau perayaan ulang tahun. Menurut ahli diet di New York, Emily Braaten, pilih saja di jenis makanan apa Anda akan meletakkan jatah 'ekstra kalori' yang diasup.

Misalnya Anda memilih dessert yang lebih manis, tapi kemudian sebelumnya Anda memilih appetizer dan main course dengan porsi seperti biasanya. Atau, kata Braaten, Anda bisa mengonsumsi sedikit lebih banyak makanan yang jarang ditemui.

Apel kaya akan serat. Nah, makan apel ukuran sedang 15 menit sebelum makan bisa mengurangi jumlah asupan kalori yang dikonsumsi, sampai 15 persen. Demikian disampaikan Libby Mills, RD, program manager MacDonald Center for Obesity Prevention and Education, Pennsylvania.

Baca juga: Agar Tak 'Tergoda' Beli Makanan Tak Sehat, Coba Makan Apel Sebelum Belanja

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads