Robert Thompson, Department of Integrative Physiology, University of Colorado Boulder, Amerika Serikat, meneliti soal manfaat serat prebiotik bagi kesehatan otak. Ditemukan bahwa konsumsi serat prebiotik bisa meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi dampak stres bagi otak.
"Hasil penelitian kami menyebutkan serat prebiotik bisa meningkatkan kualitas tidur non-REM (rapid eye movement) serta mengurangi pengaruh stres pada fase REM," tutur Thompson, dikutip dari EurekAlert!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi dilakukan pada mencit laki-laki berusia 3 minggu. Satu kelompok diberi makan sayuran serat biasa sementara kelompok lainnya diberi sayuran yang mengandung serat prebiotik.
Baca juga: Kenapa Tidur Terlalu Lama Bisa Bikin Pusing? Ini Dia Penyebabnya
Hasil studi menyebut mencit yang mengonsumsi lebih banyak serat prebiotik memiliki fase tidur Non-REM lebih besar. Non-REM merupakan fase di mana tubuh sedang beristirahat secara total dan melakukan fungsi-fungsi perbaikan sel, yang membuat kualitas tidur meningkat.
"Kecukupan fase tidur NREM ditambah nutrisi yang baik merupakan salah satu cara mempertahankan kinerja otak, terutama di fase awal kehidupan. Kami menganjurkan agar makanan dengan kandungan serat prebiotik diberikan sejak awal agar kesehatan usus, otak dan tumbuh kembang maksimal," ungkap peneliti.
Perlu dicatat, serat prebiotik berbeda dengan probiotik. Serat prebiotik merupakan tanaman pangan yang merupakan makanan bagi bakteri baik di usus. Sementara probiotik merupakan bakteri baik yang hidup dan biasanya dimasukkan dalam minuman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Bisa Dicoba! Pakai Kaus Kaki Agar Tidur Nyenyak Malam Ini (mrs/up)











































