Rabu, 03 Mei 2017 17:32 WIB

Kata Dokter, Ini Efek Terlalu Sering Makan Pedas yang Berlebihan

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Meski menjadi favorit banyak orang dan bisa membuat makanan terasa lebih enak, cabai sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Kebiasaan seperti ini dapat mengganggu kerja sistem pencernaan.

Seperti disampaikan oleh Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, cabai kini memang menjadi bagian dari penyedap rasa untuk sebagian orang, sehingga meningkatkan nafsu makan, tetapi tetap sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

"Seseorang yang doyan sambal harus bisa mengukur seberapa banyak sambal yang akan dikonsumsi. Konsumsi cabai dengan jumlah yang sangat banyak bisa saja menyebabkan perlukaan dan merangsang diare," ujar pakar kesehatan pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini kepada detikHealth.

Baca juga: Hobi Makan Super Pedas, Benarkah Efeknya Bisa Bikin Usus 'Bolong'?

Selain itu, terlalu banyak konsumsi cabai juga bisa menimbulkan rasa panas saat buang air besar. Menurut dr Ari, rasa panas ini timbul karena rangsang dari saraf sensoris akibat capsaicin. Capsaicin sendiri merupakan kandungan pada cabai yang memicu rasa pedas.

Pada orang dengan riwayat gangguan pencernaan seperti sakit mag, konsumsi cabai berlebihan dikatakan oleh dr Ari juga dapat memicu kekambuhan nyeri mag. Sementara itu, pada pasien yang memiliki riwayat ambeien, konsumsi cabai terlalu banyak juga dapat menimbulkan sensasi panas pada anus, bahkan bisa sampai merangsang terjadinya perdarahan.

"Cabai memang merupakan suplemen favorit bagi sebagian masyarakat kita, juga banyak manfaatnya untuk kesehatan. Tetapi juga harus hati-hati mengonsumsinya, terutama pada pasien dengan gangguan pencernaan," pesan dr Ari.

Baca juga: Saat Kepedasan, Lebih Baik Minum Air Dingin atau Hangat?


(ajg/vit)