Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi Tak Cocok untuk Sahur, Ini Artinya

Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi Tak Cocok untuk Sahur, Ini Artinya

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 01 Jun 2017 02:54 WIB
Makanan dengan Indeks Glikemik Tinggi Tak Cocok untuk Sahur, Ini Artinya
Foto: iStock
Jakarta - Di bulan Ramadan saat seseorang berpuasa tubuhnya bisa absen dari berbagai macam asupan nutrisi selama sekitar 14 jam. Oleh karena itu persiapan yang matang saat sahur diperlukan agar rasa lapar dan haus nantinya tidak menjadi beban.

Satu kuncinya dijelaskan oleh para ahli yaitu dengan memilih menu makanan sahur yang butuh waktu lama untuk dicerna oleh tubuh. Dengan demikian rasa kenyang juga akan bertahan lebih lama.

Nutritionis dr Tirta Prawitasari, MSc, SpGK, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) menyarankan agar seseorang menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi saat sahur. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah secara sekejap namun kemudian akan turun juga dengan cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan gula darah meningkat lalu turun cepat, orang-orang akan merasa cepat kenyang tapi juga cepat lapar. Contohnya seperti bubur, kentang, roti, nasi putih, dan juga mi instan.

Makanan dangan Indeks Glikemik tinggi tak disarankan untuk pasien diabetes. Simak video Bincang Sehat berikut ini:


Baca juga: 4 Makanan yang Tak Disangka-sangka Memiliki Indeks Glikemik Tinggi

Berlawanan dari itu sumber makanan yang diketahui memiliki indeks glikemik rendah adalah nasi merah, buah dan sayuran, serta sumber protein seperti dari daging, telur, dan ikan.

Nah ketika berbuka baru lah dr Tirta menyarankan agar seseorang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi. Alasannya agar gula darah tubuh yang rendah setelah berpuasa seharian dapat cepat kembali menjadi sumber energi.

"Mengapa perlu makanan yang mengandung glikemik tinggi saat buka puasa? Asupan makanan ini penting untuk segera menaikkan kadar gula darah. Selama puasa, kuncinya yaitu konsumsilah makanan yang tinggi serat dan kandungan protein yang cukup. Selain protein, tubuh juga membutuhkan asupan lemak baik," ujar dr Tirta beberapa waktu lalu.

Baca juga: 50 Cara Tahan Lapar dan Haus Saat Puasa

(fds/up)

Berita Terkait