Satu kuncinya dijelaskan oleh para ahli yaitu dengan memilih menu makanan sahur yang butuh waktu lama untuk dicerna oleh tubuh. Dengan demikian rasa kenyang juga akan bertahan lebih lama.
Nutritionis dr Tirta Prawitasari, MSc, SpGK, dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) menyarankan agar seseorang menghindari makanan dengan indeks glikemik tinggi saat sahur. Makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat meningkatkan gula darah secara sekejap namun kemudian akan turun juga dengan cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan dangan Indeks Glikemik tinggi tak disarankan untuk pasien diabetes. Simak video Bincang Sehat berikut ini:
Baca juga: 4 Makanan yang Tak Disangka-sangka Memiliki Indeks Glikemik Tinggi
Berlawanan dari itu sumber makanan yang diketahui memiliki indeks glikemik rendah adalah nasi merah, buah dan sayuran, serta sumber protein seperti dari daging, telur, dan ikan.
Nah ketika berbuka baru lah dr Tirta menyarankan agar seseorang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi. Alasannya agar gula darah tubuh yang rendah setelah berpuasa seharian dapat cepat kembali menjadi sumber energi.
"Mengapa perlu makanan yang mengandung glikemik tinggi saat buka puasa? Asupan makanan ini penting untuk segera menaikkan kadar gula darah. Selama puasa, kuncinya yaitu konsumsilah makanan yang tinggi serat dan kandungan protein yang cukup. Selain protein, tubuh juga membutuhkan asupan lemak baik," ujar dr Tirta beberapa waktu lalu.
Baca juga: 50 Cara Tahan Lapar dan Haus Saat Puasa
(fds/up)











































