Senin, 30 Apr 2018 13:05 WIB

Hangry, Ketika Perut Kosong Bikin Emosi Memuncak

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sering emosi dan marah-marah saat lapar? Kondisi yang dikenal sebagai hangry ini ternyata bisa dijelaskan oleh sains secara ilmiah. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sering emosi dan marah-marah saat lapar? Kondisi yang dikenal sebagai hangry, penggabungan kata hungry (lapar) dengan angry (marah), ini ternyata bisa dijelaskan oleh sains secara ilmiah.

Pakar diet dan nutrisi dari Kings College London, Sophie Medlin, mengatakan emosi yang memuncak saat lapar berhubungan dengan kadar gula darah. Ketika gula darah turun, hormon kortisol dan adrenalin naik.



Hal ini menyebabkan otak menangkap sinyal-sinyal perasaan tidak senang, yang bekembang menjadi marah. Sinyal ini mirip dengan sinyal marah yang berasal dari perilaku impulsif.

"Pencetus emosi saat lapar sama dengan pencetus rasa marah pada perilaku impulsif. Pengaruh kortisol dan adrenalin pada otak membuat seseorang bisa saja berbuat kasar ketika lapar," ungkap Medlin, dikutip dari BBC.

Ada anggapan bahwa kondisi ini lebih rentan dialami wanita karena secara biologis, tubuh wanita lebih dikendalikan hormon. Namun dengan tegas, Medlin menolak anggapan tersebut.

Menurutnya, hangry bisa menyerang siapa saja, tak peduli pria maupun wanita. Bahkan menurutnya, justru pria yang berisiko lebih besar, mengingat pria memiliki lebih banyak reseptor di sistem saraf otak.

Untuk menghindari hangry, Medlin mengatakan tak ada salahnya mengonsumsi camilan manis ketika kamu merasa kesal sebelum jam makan. Dengna begitu, kadar gula darah tidak menurun secara tiba-tiba dan tetap stabil.

"Camilan ringan dengan karbohidrat merupakan cara ampuh mencegah hangry saat berada di perjalanan atau kantor," tuturnya.

(mrs/up)