Minggu, 27 Mei 2018 17:05 WIB

Saran Profesor Gizi agar Tak Kalap Saat Buka Puasa

Annisya Heriyanti - detikHealth
Tips profesor agar tidak kalap ketika berbuka puasa. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Berbuka puasa adalah waktu yang dinanti-nanti setelah kurang lebih 12 jam menahan haus dan lapar. Saat waktu berbuka tiba, biasanya kita seakan ingin melahap semua makanan sehingga menjadi 'kalap'.

Perilaku kalap tersebut ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Ternyata selain membuat perut menjadi begah, perilaku ini juga mengakibatkan tingginya kadar gula darah.

Ada beberapa hal yang wajib dihindari saat berbuka agar tidak menjadi penyakit, antara lain:


1. Berbuka dengan yang manis, makanan atau minuman yang mengandung gula wajib konsumsi saat awal berbuka untuk memberikan energi pada tubuh. Walaupun dianjurkan, jangan terlalu manis agar tidak mengakibatkan diabetes melitus.

2. Jangan 'kalap' melihat makanan agar tidak cepat begah. Begah mengakibatkan lambung menjadi tidak stabil.

3. Hindari makanan padat kalori seperti nasi, makanan bersantan, berbahan dasar daging, junk atau fastfood agar tidak terjadi obesitas.

4. Makanan dengan lemak yang tinggi juga berbahaya bagi kesehatan. Hindari makanan berlemak agar tidak mengakibatkan hiperlipidemi atau kolestrol tinggi.

Menurut Prof Dr Ir Made Astawan, MS dari Departemen Ilmu & Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB), saat berbuka dianjurkan untuk memperhatikan indeks glikemik makanan yang dikonsumsi. Makanan dengan indeks glikemik rendah dimetabolisme lebih lambat, cocok untuk sahur. Sedangkan saat berbuka, tubuh membutuhkan asupan kalori segera sehingga boleh dan bahkan dianjurkan untuk mengonsumsi yang manis-manis.


[Gambas:Video 20detik]

(Annisya Heriyanti/up)