Kamis, 06 Sep 2018 10:30 WIB

Jelang Siang, Otak Terasa Makin Lambat? Bisa Jadi Efek Tidak Sarapan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Lupa sarapan bikin tubuh terasa lemas, otak jadi lebih lambat (Foto: thinkstock) Lupa sarapan bikin tubuh terasa lemas, otak jadi lebih lambat (Foto: thinkstock)
Jakarta - Loading terlalu lama selalu menjadi alasan lambatnya aktivitas di pagi hari hingga menjelang siang. Hal ini kerap terjadi meski mata tak lagi merasa ngantuk. Asupan kopi dan camilan ringan tak cukup kuat memacu kerja otak serta fungsi tubuh lainnya.

Praktisi gizi dan kebugaran, Jansen Ongko, menyarankan untuk tidak pernah melewatkan sarapan. Sarapan menyediakan sepertiga dari total kebutuhan energi setiap hari.

"Untuk hasil terbaik sebaiknya sarapan sekitar 15-30 menit setelah bangun tidur, selain itu tidak asal hidangan bisa jadi menu sarapan," katanya.

Gorengan dan nasi putih adalah contoh karbohidrat sederhana yang mudah diproses tubuh. Hasil pengolahan makanan berupa glukosa langsung diserap tubuh melalui peredaran darah. Akibatnya, level gula darah langsung meningkat namun juga turun dengan cepat. Tubuh mudah lelah dan lapar karena limpahan energi hanya terasa dalam waktu singkat.



Sarapan karbohidrat sederhana lebih cocok bagi masyarakat yang hendak menggunakan kekuatan fisik. Sedangkan bagi yang akan fokus dalam waktu lama dan pelajar, Jansen menyarankan memilih menu karbohidrat kompleks. Menu beras merah, oat, sayur, dan buah membantu pelepasan gula darah sesuai kebutuhan tubuh sepanjang hari.

Jansen juga menyarankan untuk tidak melewatkan sarapan sebelum beraktivitas. Selain mencegah loading lama, sarapan juga memudahkan kontrol diri saat makan siang dan malam. Menu sehat bernutrisi lebih mudah mengisi piring, makan daripada hidangan yang sekadar memuaskan selera makan.

(up/up)