Selasa, 18 Sep 2018 17:20 WIB

Via Vallen Sulit Diet Karena Sakit Mag, Begini Saran Dokter Gizi

Widiya Wiyanti - detikHealth
Via Vallen mengaku sulit diet karena memiliki penyakit mag. Foto: Suparno/detikSport Via Vallen mengaku sulit diet karena memiliki penyakit mag. Foto: Suparno/detikSport
Jakarta - Pedangdut Via Vallen disebut netizen bentuk tubuhnya tidak seperti dahulu, bahkan disebut juga bentuk tubuhnya menyerupai bentuk tubuh 'emak-emak'.

Menanggapi komentar netizen seperti itu, Via bukan marah, justru menjelaskan bahwa dirinya sulit menerapkan diet lantaran memiliki penyakit mag.

"terimakasihh kakakk kritiknya, kalo soal suara memang ada perubahan karena radang saya sudah parah dan harus di operasiii,, cuma saya takuuttt kalo di operasi. soal badan saya masih berusaha semampu saya buat nurunin, karena saya punya maag akut jadi kurang bisa maksimal diet nya," jawab Via di kolom komentar.



Apakah orang yang memiliki penyakit mag bisa menerapkan diet? Meskipun bisa, dokter gizi dr Diana F Suganda MKes, SpGK mengatakan bahwa orang dengan kondisi seperti itu sulit menerapkan diet. Agar aman, ia membagikan tipsnya.

"Kalau orang dengan gastroenteritis atau mag kan dia nggak boleh kosong lama-lama (tidak makan), kalau dia 1.500 kebutuhan kalorinya, dibagi kecil-kecil porsinya jadi dia makan. Per tiga jam dia makan, tapi yang rendah kalori," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sementara menurut dokter spesialis penyakit dalam, dr Muhammad Anshory, SpPD, kebanyakan orang yang tengah diet kerap melakukan kesalahan yakni tidak makan. Padahal, yang seharusnya dilakukan dalam penurunan berat badan adalah pengaturan makan sambil berkonsultasi dengan ahli gizi, berapa kalori yang harus dimakan per hari.

dr Anshory, sapaan akrabnya, menjelaskan soal makanan yang boleh dan dianjurkan pada orang dengan penyakit mag, antara lain makanan tinggi serat seperti buah-buahan, sereal, sayuran dan makanan rendah lemak seperti ikan dan ayam.

"Makanan yang tidak asam (sayuran), minuman yang tidak bersoda dan tanpa kafein, probiotik seperti yoghurt," tambah dr Anshory.

(wdw/up)
News Feed