Jumat, 05 Okt 2018 15:47 WIB

Pasangan Ini Hindari Gula Dalam Sebulan, Lihat Apa yang Terjadi!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pasangan ini diet gula dalam sebulan. Apa yang terjadi ya? Foto: thinkstock Pasangan ini diet gula dalam sebulan. Apa yang terjadi ya? Foto: thinkstock
Jakarta - Seorang vlogger asal Amerika Serikat bernama Craig Benzine bersama istrinya, Chyna, mencoba untuk menghindari mengonsumsi gula tambahan selama sebulan. Pasangan ini mengabadikannya dalam sebuah vlog yang diunggah di YouTube dan menjadi viral.

Dalam video yang telah ditonton sebanyak 5.263.328 kali tersebut, Craig bersama istrinya ingin melihat apa yang terjadi pada tubuh ketika tidak mengonsumsi gula tambahan sama sekali. Hal ini didasari oleh banyaknya video orang-orang yang mengaku 80 persen lemak tubuhnya hilang setelah diet tanpa gula, dan anggapan bahwa gula sangat buruk bagi berat badan dan kesehatan tubuh.

Gula yang mereka hindari adalah gula tambahan. Gula alami adalah gula yang secara alamiah ada pada buah-buahan, susu, sayuran, tanpa adanya perlakuan apapun. Sementara added sugar atau gula tambahan merupakan gula yang ditambahkan pada makanan saat diolah, nyaris seluruh produk makanan yang dijual di supermarket memiliki gula tambahan dan terkadang jumlahnya cukup banyak.


"Bahkan pada yogurt yang dijual pun kamu akan terkejut dengan jumlah gula tambahannya, padahal seharusnya itu kan sehat. Sebenarnya gula alami dan gula tambahan itu secara kimia sama saja, namun jika kamu mengonsumsi gula alami kamu juga akan mendapatkan asupan vitamin dan yang lain-lain dan juga membuat tubuhmu memrosesnya lebih lambat dan lebih sehat," jelas pria berusia 38 tahun ini.

Mereka memulai tantangan tersebut dengan aturan: tak ada gula tambahan, tak ada jus buah (kemasan atau tidak), tak ada alternatif gula seperti stevia, tak ada madu atau nektar agave atau hal-hal yang 80 persennya adalah gula. Gula hanya akan mereka dapatkan dari buah-buahan segar.

Di hari kesembilan mereka mengaku bahwa tiga hari pertama tidak terlalu buruk. Namun mereka menyebutkan yang tidak mudah adalah hari keempat. Mereka mulai merasa lemas dan mudah marah, saking lemasnya mereka tidak ingin melakukan apapun, dan menahan ngidam makanan manis yang sangat membuat mereka kecanduan.

Namun di sisi positifnya, hanya dalam sembilan hari mereka mendapatkan bobot mereka turun. Craig mengaku bobotnya turun sebanyak 1,5 kg dan istrinya sebanyak 2,5 kg. Mereka cukup terkejut dengan efek tersebut.

Hari-hari berlalu dan mereka mengalami naik-turun dalam tantangan ini. Kini mereka harus menghadapi masalah baru, bukan dari fisik mereka, namun justru dari lingkungan mereka. Mereka kesusahan untuk memilih makanan yang tepat mereka karena terbatasnya pilihan makanan yang tanpa gula.

"Saat aku berkunjung ke rumah Ibuku dan ia membuatkan makanan favoritku yaitu spageti dengan saus buatannya yang tentu saja mengandung gula," Craig mengisahkan dengan agak sedikit sedih dan kesal.


Selama sebulan, makanan pengganti mereka adalah telur, dedagingan, pasta buatan sendiri tanpa tambahan gula, buah dan sayuran, dan sarapan baru favorit mereka adalah buah apel dengan selai kacang alami.

"Aku jadi lebih kreatif dalam memasak, karena harus menyingkirkan gula yang memang kerap menjadi bahan utama masakan. Seperti kaserol kembang kol, ratatouille (sejenis masakan sayuran dari Prancis, "roti panggang" dari ketela manis," kata Chyna.

Di hari terakhir, mereka memutuskan untuk merayakannya dengan "besar". "Aku ingin merayakannya dengan memakan es krim cokelat dengan stroberi, kacang, dan lelehan cokelat panas di atasnya. Namun begitu aku mengambil sesendok dan memakannya, jantungku terasa berdebar dan perutku terasa sakit. Jadi yah, aku kembali ngemil stroberi saja," kata Craig diikuti gelak tawa ia dan istrinya.

Salah satu hal yang merubah pandangan mereka adalah rasa ngidam terhadap makanan manis perlahan menghilang. Misalnya, Saat sang istri sedang pergi berbelanja dan melihat setumpuk es krim yang sangat lezat dan mengundang pandangan, namun ia merasa tidak terlalu menginginkannya dan melangkah pergi tanpa beban berat. Padahal sebelumnya dia sering membeli makanan makanan sejenisnya secara impulsif.


Mereka menyebut kelebihan dari menghindari gula yaitu merasa lebih kenyang tiap waktu, merasa lebih berenergi seharian, makanan segar terasa lebih enak, menghemat uang dan tentu saja menjadi lebih sehat

Namun ada juga kekurangannya, seperti tak ada lagi cemilan nikmat favorit, prosesnya sangat tidak enak dengan berbagai macam kendala seperti rasa lelah dan mudah marah dan menyusahkan, karena benar benar harus memilih makanan mana yang tidak mengandung gula.

"Tapi aku merasa berhasil melakukannya dan membuktikan bahwa memang menghindari gula tambahan membawa manfaat baik untuk kesehatanmu," kata Craig pada akhir video tersebut.

"Aku merasa hal tersebut sepadan, karena aku merasa lebih baik. Aku memang kembali memakan gula namun lebih sedikit dari sebelumnya (saat mulai menghindari gula)," tutup istrinya.

(frp/up)
News Feed