Kamis, 13 Des 2018 11:37 WIB

Gemuk Tandanya Rakus? Belum Tentu, Kata Ahli Bisa Akibat Stres

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ahli mengatakan, gemuk belum tentu tanda rakus. (Foto: thinkstock) Ahli mengatakan, gemuk belum tentu tanda rakus. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Kebanyakan orang berpendapat gemuk identik dengan orang yang hobi makan atau suka kulineran. Doyan ngemil tengah malam atau makan sampai tiga porsi sekaligus.

Apa mereka yang gemuk memang rakus? Menurut ahli nutrisi, Jansen Ongko, kegemukan bukan berarti mereka rakus. Sering makan juga bisa akibat stres karena pekerjaan tertentu.



"Orang gemuk itu bukan karena rakus. Makan bukan karena suka, tapi pelampiasan. Misal lagi ada deadline jadi stres larinya ke makan," katanya saat dijumpai di daerah Tangerang belum lama ini.

Jansen bercerita mengenai dirinya yang dahulu sempat gemuk. Jika melihat tubuhnya yang sekarang, kebanyakan orang tidak akan percaya. Pada saat itu, bobotnya mencapai 105 kg.

"Di situ apa saya suka makan? Enggak, cuman pelarian saja. Jarang sekali orang gemuk karena mereka rakus," kenangnya,


Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, Jansen menyarankan agar mencari akar permasalahannya. Sebab, kegemukan terjadi bukan karena makanan tetapi kurang gerak.

"Solusinya cari dulu kenapa bisa gemuk. Kalau sudah tahu, itu yang dihindari. Bukan makanannya. Gemuk itu tanda inactivity," pungkasnya.



Tonton video 'Ternyata Gemuk Bisa Menular Lho!':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)