Sabtu, 19 Jan 2019 09:00 WIB

Stunting Vs Sekadar Pendek, Kenali Bedanya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pendek atau stunting, apa bedanya? Foto: thinkstock Pendek atau stunting, apa bedanya? Foto: thinkstock
Jakarta - Gizi yang baik menjadi landasan setiap orang untuk mencapai potensi maksimal yang dimilikinya. Status gizi pada anak menjadi penting untuk menentukan kualitas hidup di masa mendatang.

Stunting sampai saat ini masih menjadi prioritas pembangunan bangsa. Stunting biasanya ditandai dengan tubuh yang terlihat pendek daripada anak sebaya lainnya. Tapi, ada juga anak yang memang terlahir pendek namun tidak stunting.

"Stunting itu kita istilahkan dengan perawakan pendek. Kalau anak pendek namanya short stature yang memang kerangkanya pendek entah dari gen atau keturunan, dan itu tidak dikategorikan stunting," tutur Direktur Gizi Masyarakat, Dodi Azwari, saat ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Jumat (18/1/2019).


Anak bertubuh pendek tidak dikatakan stunting apabila ketika masa pertumbuhan tidak ditemukan adanya masalah dengan perkembangan otak. Meski bertubuh pendek, kemampuan kognitifnya masih berjalan dengan baik.

"Untuk stunting itu kita melihat dari kondisi bayi saat lahir, yakni jika berat badan kurang dari 2500 g dan panjang lahir kurang dari 48 cm. Selain itu sampai umur 2 tahun, tinggi badannya tidak mengalami perkembangan yang sesuai dengan usianya. Tapi ini masih menjadi kesulitan karena stunting itu invisible," tambahnya.

Anak stunting yang tidak bisa dideteksi secara dini menjadikan penanganannya agak sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan melakukan upaya preventif untuk mencegah stunting.

"Upaya intervensi yang paling utama itu di 1000 hari kehidupan, 270 hari di kandungan ibu hamil dan 330 hari setelah 2 tahun," pungkasnya.




Saksikan juga video Kontroversi SKM, Fadli Zon '37% Anak Indonesia Stunting':

[Gambas:Video 20detik]


Stunting Vs Sekadar Pendek, Kenali Bedanya



(kna/up)
News Feed