Kamis, 31 Jan 2019 06:34 WIB

Ngemil Gorengan untuk Sarapan, Sehat Nggak Sih? Dokter Gizi Menjawabnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gorengan yang gurih dan menggoda (Foto: shutterstock) Gorengan yang gurih dan menggoda (Foto: shutterstock)
Jakarta - Jam makan masih jauh, kalau makan berat takut ngantuk. Nah biasanya di jam-jam kritis banyak yang lebih memilih ngemil untuk mengganjal perutnya. Nggak jarang juga yang memilih gorengan sebagai menu camilan.

"Seringkali kalau ngomongin nyemil, kita ingetnya sekali hanya 200 kalori. Kalau 200 dihabisin untuk gorengan 2 biji tentu bisa, tapi isinya hanya minyak," kata dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, saat dijumpai di Central Park Mall, Rabu (30/1/2019).

Kalau 200 dihabisin untuk gorengan 2 biji tentu bisa, tapi isinya hanya minyak.dr Juwalita Surapsari - Dokter Gizi


dr Juwalita mengingatkan, untuk camilan pun harus tetap pilih yang jenisnya sesuai kebutuhan tubuh. Jangan malah pilih yang bisa membuat tubuh jadi makin lapar.

"Kita bisa pilih makanan selingan yang ada seratnya dan proteinnya, maka pilihan itu bisa bikin lebih kenyang dan berenergi. Jadi, kalau misal masuk jam makan, kita makannya nggak banyak," tambahnya.

Camilan memang tetap perlu ada protein dan seratnya. Karena kalau kebanyakan makan karbohidrat, tubuh akan cepat lemas dan mudah mengantuk.



Saksikan juga video 'Goreng Makanan Jadi Lebih Sehat dengan Minyak Zaitun':

[Gambas:Video 20detik]

(kna/up)